ADVERTISEMENT

Minggu, 28 Nov 2021 12:03 WIB

Cegah Varian COVID-19 Omicron, Israel Lockdown!

Ayunda Septiani - detikHealth
People without face masks watch the sunset, in Tel Aviv, Israel, Sunday, April 18, 2021. Israel has lifted a public mask mandate and fully reopened its education system in the latest easing of coronavirus restrictions following its mass vaccination drive. (AP Photo/Oded Balilty) Foto ilustrasi: AP/Oded Balilty
Jakarta -

Israel menjadi negara pertama di dunia yang menutup sebagian wilayah perbatasannya (lockdown) untuk mencegah masuknya varian COVID-19 Omicron.

"Hipotesis kami adalah bahwa varian tersebut sudah ada di hampir setiap negara," kata Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked kepada Meet the Press N12.

Perdana Menteri Naftali Bennett menyebut lockdown nasional itu akan berlangsung selama 14 hari. Kebijakan itu tengah menunggu persetujuan pemerintah.

Dengan penerapan lockdown ini, Bennett mengatakan warga Israel dari luar negeri wajib menjalani karantina.

Lockdown akan dimulai pada Senin (29/11) waktu setempat. Selain itu, Israel juga berencana menggunakan teknologi pelacakan telepon agen kontra-terorisme Shin Bet berguna untuk menahan penyebaran varian Omicron.

Teknologi ini pernah digunakan Israel sebelumnya untuk menangkal penyebaran COVID-19 di awal pandemi sejak Maret 2020 lalu.

Teknologi tersebut akan mencocokkan lokasi pembawa virus dengan ponsel lain di dekatnya agar dapat dengan mudah mudah melakukan pelacakan kontak.

Israel sendiri menjadi satu dari puluhan negara yang mengumumkan larangan penerbangan dari dan ke Afrika Selatan serta beberapa negara lainnya.

Simak video '5 Arahan WHO Usai Temuan Varian Baru Covid-19 Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT