ADVERTISEMENT

Minggu, 28 Nov 2021 14:04 WIB

Perusahaan Farmasi Ramai-ramai Kembangkan Vaksin Khusus Varian Omicron

Ayunda Septiani - detikHealth
Jika Mutasi Virus Corona Makin Ganas, Vaksin Covid-19 Perlu Direvisi Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: DW (News))
Jakarta -

Perusahaan farmasi Novavax mulai mengerjakan versi vaksin yang ditujukan untuk varian COVID-19 Omicron. Dosis untuk pengujian dan pembuatannya direncanakan siap dalam beberapa minggu ke depan.

Pengembang vaksin tersebut mengklaim telah mengembangkan spike protein khusus berdasarkan urutan genetik varian yang diketahui, B.1.1.529.

"Pekerjaan awal akan memakan waktu beberapa minggu," papar juru bicara perusahaan dikutip dari CNA.

Novavax menyebutkan akan mengajukan persetujuan Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun. Pengajuan persetujuan juga dilakukan dengan European Medicines Agency dan Kanada.

Pengembang vaksin lain, termasuk BioNTech SE dan Johnson & Johnson, juga tengah menguji efektivitas suntikan vaksinnya terhadap varian baru ini.

Perusahaan Inovio Pharmaceuticals juga mengaku mulai menguji kandidat vaksinnya, INO-4800, untuk mengevaluasi efektivitasnya terhadap varian baru.

Perusahaan memperkirakan, pengujian akan memakan waktu sekitar dua minggu. Inovio mengklaim saat ini tengah merancang kandidat vaksin baru yang secara khusus menargetkan Omicron. Awal bulan ini, Inovio akan melanjutkan uji coba tahap akhir vaksinnya di Amerika Serikat setelah 14 bulan ditahan secara klinis.

"Skenario kasus terbaik, INO-4800 ... akan benar-benar tahan terhadap omicron, tetapi jika bukan itu masalahnya, maka kami akan memiliki vaksin yang dirancang baru yang siap digunakan jika perlu," kata Kate Broderick, wakil presiden senior divisi R&D Inovio.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Omicron sebagai variant of concern (VoC) atau varian yang harus diwaspadai. Beberapa negara langsung bereaksi dengan membatasi akses ke dan dari Afrika Selatan, tempat pertama kali dilaporkannya varian ini.

Simak video 'Berkaca dari Delta, Imunolog Ingatkan Agar Tak Lambat Tangani Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT