Senin, 29 Nov 2021 10:02 WIB

Seperti Masker Katup, 2 Jenis Masker Ini Bisa Jadi Biang Kerok Penularan Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Peluang Usaha Masker Olahraga Heboh masker exhaust. (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

Belakangan geger munculnya varian Omicron yang sudah menyebar ke 9 negara, termasuk Hong Kong. Pasien pertama yang terpapar varian Omicron disebut ahli mikrobiologi Yuwn Kwok Yung Universitas Hong Kong menyebarkan virus lantaran memakai masker katup.

Pasalnya, ahli pernapasan dari RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K) juga mengatakan masker katup malah berbahaya jika digunakan.

"Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau pemakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan," ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikHealth, Sabtu (27/11/2021).

Rupanya tak cuma masker katup, berikut sederet masker yang tidak disarankan para ahli karena kurang efektif mencegah penularan COVID-19.

1. Masker kain bukan katun

Beberapa waktu lalu, dokter spesialis paru RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, mengimbau agar warga tidak memakai masker kain dengan jenis bahan di luar katun. Kriteria masker katun yang aman dipakai sehari-hari memiliki tiga lapis berbahan katun, karena mempunyai pori-pori yang rapat.

Di sisi lain, dr Diah menjelaskan masker kain yang menggunakan bahan lain umumnya tak memiliki pori-pori serapat katun. dr Diah juga mewanti-wanti masker kain dengan banyak lipatan.

"Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga," tuturnya.

2. Masker buff

University of Duke melakukan analisis seberapa efektif 14 jenis masker melindungi diri dari paparan COVID-19. Studi mereka menunjukkan masker buff yang kerap dipakai pengendara motor adalah jenis masker yang paling tak efektif, lantaran tak bisa menahan droplet ketika berbicara.

"Kami menghubungkan ini dengan...tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil," kata dr Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari CNBC.

Para ahli menyebut memakai masker buff bisa lebih berisiko tinggi menularkan COVID-19 karena lebih banyak droplet yang tak tersaring. Bahkan, bahan masker buff disebut dapat memecah droplet menjadi partikel lebih kecil.

3. Masker exhaust atau masker katup

Masker katup yang dikaitkan penularan varian Omicron di Hong Kong sebenarnya sudah dilarang penggunaannya sejak 2020 silam. Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan imbauan larangan masker katup ini dengan sejumlah alasan.

Jenis masker katup ditegaskan CDC membuat orang yang memakainya malah menularkan virus, keluar melalui lubang katup.

"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," tulis CDC di laman resminya.



Simak Video "Simak! 7 Gejala Awal Terpapar Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)