Senin, 29 Nov 2021 11:00 WIB

WHO Tak Pakai Nu dan Xi untuk Nama Varian Omicron, Apa Alasannya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Ilustrasi alasan WHO menamai varian Corona baru dengan 'Omicron', bukan Nu dan Xi. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap alasan di balik nama varian Omicron yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan. Mengingat varian-varian Corona yang ditemukan sebelumnya menggunakan alfabet Yunani.

Di antaranya yakni varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta yang masuk ke dalam Variant of Concern (VoC).

Diketahui, sistem penamaan varian Corona tersebut dirujuk dengan cara yang lebih sederhana daripada nama ilmiah. Tujuannya, mencegah orang merujuk varian berdasarkan lokasi di mana varian terdeteksi dan menciptakan stigma.

Panduan penamaan penyakit juga sudah diatur dalam dokumen yang diuraikan WHO pada Mei 2015. WHO mengatakan, ingin meminimalkan efek negatif yang tidak perlu pada negara, ekonomi, dan orang-orang ketika menyebut suatu penyakit menular.

Penamaan varian Omicron ini menjadi sorotan pengguna media sosial. Jika mengacu pada urutan alfabet, seharusnya nama baru yang muncul adalah Nu dan Xi. Banyak warganet mempertanyakan apakah langkah WHO tersebut bertujuan menghindari kesan menyinggung pemimpin China, Xi Jinping.


Dalam pernyataan resmi yang diterima oleh Associated Press, WHO melewatkan Nu dan Xi untuk menghindari pelanggaran secara umum.

"'Nu' terlalu mudah dikacaukan dengan 'baru' (atau 'new' dalam bahasa Inggris), dan 'Xi' tidak digunakan karena itu adalah nama belakang yang umum," kata WHO, dikutip dari Associated Press, Senin (29/11/2021).

"Praktik terbaik penamaan penyakit menyarankan untuk menghindari kemungkinan pelanggaran terhadap siapa pun. (Seperti) kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional atau etnis," sambungnya.

Di samping itu, WHO menegaskan bahwa varia Omicron memiliki jumlah mutasi yang tinggi pada protein lonjakan virus Corona, memengaruhi kemudahan virus menyebar pada manusia. WHO menetapkan varian Omicron ke dalam Variant of Concern (VoC).

Akan tetapi, para ilmuwan masih dalam proses penelitian untuk mencari arti perubahan genetik. Tak lain, untuk memastikan apakah varian Omicron lebih menular atau lebih berbahaya dibanding varian-varian Corona lainnya. Sejauh ini, belum ada indikasi varian Omicron menimbulkan gejala COVID-19 lebih berat dibanding varian lainnya.



Simak Video "WHO Analisis Perilaku Varian Omicron vs Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)