ADVERTISEMENT

Senin, 29 Nov 2021 16:01 WIB

Aturan Baru Jemaah Umroh, Wajib Karantina 48 Jam

Ayunda Septiani - detikHealth
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia? Foto: Getty Images
Jakarta -

Arab Saudi belum lama ini mengumumkan aturan baru terkait jemaah umrah dari luar negeri di tengah pandemi COVID-19, terutama soal kewajiban vaksinasi.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengumumkan bahwa jemaah umrah dari luar negeri harus divaksinasi secara lengkap.

"Bagi jemaah umrah yang datang dari luar dengan menggunakan visa Umrah dan telah disuntik vaksin yang diakui oleh Kerajaan Arab Saudi lengkap (dua dosis), dibolehkan langsung melaksanakan umrah dan tidak diberlakukan penerapan karantina institusional," demikian pernyataan Kementerian itu melalui Twitter.

Hingga saat ini, pemerintah Saudi mengakui vaksin COVID-19 produksi Pfizer BioNtech, AstraZeneca, Covishield, SK Bioscience, Moderna, dan Johnson & Johnson. Khusus untuk Johnson & Johnson, hanya dibutuhkan satu dosis saja.

"Bagi jemaah umrah yang datang dari luar dengan menggunakan visa umrah dan telah disuntik vaksin lengkap dua kali dengan vaksin yang diakui oleh WHO, diberlakukan karantina institusional selama tiga hari," tulis kementerian itu.

Selain itu, setelah 48 jam karantina, kelompok jemaah harus mengikuti tes PCR. Jika hasilnya negatif COVID-19, maka mereka diperbolehkan melaksanakan umrah.



Simak Video "Arab Saudi Kini Bebas Karantina dan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT