Varian Omicron Disorot WHO, Berisiko Tinggi Picu Lonjakan COVID-19 Dunia

ADVERTISEMENT

Varian Omicron Disorot WHO, Berisiko Tinggi Picu Lonjakan COVID-19 Dunia

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 29 Nov 2021 17:37 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Ilustrasi varian Omicron disorot WHO, dikhawatirkan berisiko tinggu memicu lonjakan COVID-19 di dunia. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Varian Corona B.1.1.529 atau varian Omicron yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan kini menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Varian ini dikhawatirkan berisiko tinggi secara global, menimbulkan lonjakan kasus COVID-19 dengan konsekuensi parah di sejumlah daerah.

Badan PBB melalui saran teknis kepada 194 negara anggotanya mendesak percepatan vaksinasi COVID-19, khususnya untuk kelompok rentan sebagai prioritas tertinggi. Ditegaskan, negara-negara perlu memastikan adanya rencana mitigasi untuk mempertahankan layanan kesehatan.

"Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa di antaranya dikhawatirkan berpotensi membawa dampak pada jalannya pandemi," terang WHO, dikutip dari Reuters, Senin (29/11/2021).

"Risiko global secara keseluruhan terkait adanya varian baru ini... dinilai sangat tinggi," sambungnya.

Hingga kini, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan potensi varian Omicron 'lolos' dari perlindungan dan kekebalan yang dipicu vaksin COVID-19 serta infeksi natural. WHO memprediksi data lebih lanjut diharapkan sudah tersedia dalam beberapa pekan mendatang.

"Kasus dan infeksi COVID-19 pada orang-orang yang sudah menerima vaksin diperkirakan bisa terjadi, meskipun dalam proporsi yang lebih kecil dan dapat diprediksi," pungkas WHO.



Simak Video "Masyarakat Lansia Cipete Antusias Sambut Vaksinasi Booster Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT