ADVERTISEMENT

Selasa, 30 Nov 2021 05:26 WIB

Round Up

Dari Varian Mu Kok Langsung Omicron? Ini Alasan WHO Lompati Nu dan Xi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Dalam alfabet Yunani, sebenarnya ada dua huruf di antara Mu dan Omicron. Meski demikian, organisasi kesehatan dunia WHO tidak menggunakan keduanya sebagai nama varian. Setelah varian Mu (B.1621), langsung loncat ke varian Omicron (B.1.1.529).

Dalam pertemuan darurat pada Jumat (26/11/2021), WHO menetapkan varian baru virus Corona B.1.1.529 yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan sebagai varian Omicron. Hari itu juga, varian Omicron 'naik kelas' dari varian under monitoring (VUM) menjadi variant of concern (VOC).

Sebenarnya ada satu kategori lagi di antara keduanya, yakni variant of interes. Varian Lambda (C.37) dan varian Mu (B.1621) ada di kategori tersebut, tetapi varian Omicron bisa dibilang meloncati tahapan itu, dari VUM langsung VOC.

Demikian juga soal penamaan, varian Omicron juga meloncati dua huruf dalam alfabet Yunani. Sesuai urutan, seharusnya ada Nu dan Xi di antara Mu dan Omicron. Tetapi WHO tidak menggunakan kedua aksara tersebut.

Di media sosial, netizen mengaitkannya dengan pemimpin China Xi Jinping. Diduga, WHO menghindari penamaan tersebut agar tidak menyinggung tokoh tersebut.

Tidak sepenuhnya salah, nama Xi memang dihindari agar tidak muncul stigma. Sedangkan Nu, dihindari karena pengucapannya mirim 'new' alias baru sehingga berpotensi mengacaukan pemaknaan.

"'Nu' terlalu mudah dikacaukan dengan 'baru' (atau 'new' dalam bahasa Inggris), dan 'Xi' tidak digunakan karena itu adalah nama belakang yang umum," kata WHO, dikutip dari Associated Press, Senin (29/11/2021).

"Praktik terbaik penamaan penyakit menyarankan untuk menghindari kemungkinan pelanggaran terhadap siapa pun. (Seperti) kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional atau etnis," sambungnya.

Asal usul varian Omicron

Dalam daftar pantauan varian COVID-19, varian Omicron terdaftar dengan kode B.1.1.529. Sampel paling awal terdokumentasi dari 'multiple countries' pada November 2021.

Sementara itu, The Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE) menyebut varian Omicron pertama kali dilaporkan dari Afrika Selatan pada 24 November 2021, dari spesimen yang diambil pada 9 November 2021.

Mutasi

Sejumlah sumber menyebut, varian Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi, paling banyak dari berbagai varian yang pernah dikenal sebelumnya. Sebagai pembanding, varian Delta atau B.1617.2 yang saat ini mendominasi kasus COVID-19 di dunia, memiliki sekitar 16 mutasi.

Beberapa mutasi di antaranya diyakini memberi kemampuan bagi virus untuk lolos dari sistem pertahanan tubuh. Meski demikian, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

Gejala

Pakar infeksi dari Afrika Selatan Angelique Coetzee menyebut varian Omicron menyebabkan gejala ringan tetapi tidak biasa.

"Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dibandingkan dari kasus yang saya tangani sebelumnya," ujar Coetzee kepada The Telegraph.



Simak Video "Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT