Selasa, 30 Nov 2021 11:36 WIB

e-Life

Kebut-kebutan Bisa Hilangkan Kantuk Karena Adrenalin?

dtv - detikHealth
Jakarta -

Microsleep atau tidur sekejap ternyata berbeda dengan mengantuk biasa. Hal ini kerap dialami saat mengemudi. Akibatnya pun fatal, seperti kecelakaan lalu lintas.

"Kalau ngantuk ya hanya ngantuk, tapi tidak sampai dia mengalami tidur. Jadi tubuh mengalami, kemudian otak itu memberikan alarm bahwa 'Hei, saya kurang oksigen. Saya perlu istirahat. Saya udah overheat, harus didinginkan,' itu mengantuk. Tapi kalau permintaan itu tidak difasilitasi, maka dia akan men-shutdown sendiri. Ngantuk, bisa bergejala, tapi tidur ya itu sudah dieksekusi," jelas Dokter Spesialis Saraf, dr. Zicky Yombana, Sp.S di program e-Life detikcom.

Kebanyakan pengemudi memilih untuk tancap gas atau menambah kecepatan berkendara ketika mengalami kantuk. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan adrenalin sehingga rasa kantuk bisa hilang. Nyatanya, hal ini tidak efektif, bahkan bisa menambah risiko kecelakaan lalu lintas yang lebih fatal.

"Ketika kita di kecepatan 100 kita nggak mau istirahat, biasanya kita jadi agresif. Banyak sekali anak muda yang ketika sudah ngantuk, dia tambah kecepatannya. Katanya supaya adrenalinnya naik. Begitu adrenalinnya naik, dia pikir dia dalam kondisi yang fokus. Padahal ya itu tadi ya, fisik dan kemampuan tubuh manusia ada batasnya. Sehingga, ketika kita berkendara dan terkena microsleep biasanya lebih fatality," kata Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana.

dr. Zicky juga turut menegaskan bahwa jika seseorang sudah mengantuk, satu-satunya solusi yang efektif adalah tidur. Tidak usah berteori macam-macam.

"(Tidak ada yang bisa) menyelamatkan otak tersebut, kecuali istirahat. Mau itu adrenaline rush, mau itu adrenaline betulan kita injeksi, atau kita menggunakan kafein segala macam, itu sangat sulit dan tidak membantu. Istilahnya komputernya udah panas, nge-hang, satu-satunya cara adalah di-restart. Mau dikasih kipas, nggak bisa. Kalau sudah sampai fase memasuki gelombang tidur, maka tidurlah," terang dr. Zicky.

(gah/gah)