Selasa, 30 Nov 2021 17:05 WIB

Daftar Penyakit Ini Jadi Tantangan Rumah Sakit Gratis Suku Pedalaman Papua

Mustiana Lestari - detikHealth
RSMM Papua Foto: Grandyos Zafna
Timika -

Suasana di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) di Timika, Papua sudah penuh sejak pagi hari. Ibu-ibu yang menyandang noken dan para bapak tak beralas kaki duduk mengantre sambil mengawasi anak-anak mereka berlarian di lorong rumah sakit.

Salah satunya Magdalena yang merupakan warga suku Amungme dan datang jauh-jauh dari daratan tinggi Paniai. Dia mengatakan tengah diare dan anaknya sakit demam.

"Saya sudah dua kali ke sini hanya bayar 5.000, obat-obat tidak bayar," katanya.

Marthin sang sepupu juga ikut mengantar karena anaknya juga sakit, "Saya harap dokter bisa kasih kami sembuh," kata Marthin yang ikut menggendong keponakan dan anaknya.

Direktur RSMM dr Jhoni Ribo Tandisau mengatakan rumah sakit ini bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang bermitra dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam memberikan pelayanan gratis kepada 7 suku yang terdampak operasi tambang, seperti Marthin dan Magdalena.

"Ketentuannya mereka punya KTP Timika, mereka daftar dan kita lakukan pemeriksaan sesuai keluhan pasien tidak berbelit-belit asal pasien dari 7 suku maka kami akan memberikan layanan gratis karena ditanggung yayasan," kata dr Jhoni kepada detikcom beberapa waktu lalu.

RSMM PapuaRSMM Papua Foto: Grandyos Zafna

Jhoni menjelaskan rumah sakit yang sudah beroperasi sejak 1999 ini merupakan rumah sakit tipe C dengan jumlah tempat tidur 160 dengan layanan 4 spesialis dasar, seperti spesialis bedah, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, dan kandungan. Selain itu RS ini juga dilengkapi lab patologi klinik, radiologi, dan anestesi.

"Kalau misalnya pasien berobat kalau kami ga bisa menangani karena belum ada spesialis di RS, kami biasanya rujuk ke luar. RS ini bekerja sama dengan RS di Jayapura Dian Harapan, di Jakarta RS Carolus dan bekerja sama dengan RS Ortopedi di Solo," sambungnya.

Kendati segala proses pembiayaan sudah tertangani oleh Freeport, namun rumah sakit ini masih mempunyai pekerjaan berat untuk mengedukasi masyarakat pedalaman Papua, utamanya soal kebersihan dan sanitasi.

"Seperti paling sering adalah penyakit ISPA, saluran pernapasan dan di sini dan penyakit malaria. Pada umumnya masyarakat di sini kebersihan masih kurang, masalah gizi, lingkungan, masyarakat saya kira mempunyai andil dalam infeksi saluran napas," tambah Jhoni.

Dari data rumah sakit, rawat inap yang paling banyak adalah Malaria, ISPA, dan Diare. Sementara rawat jalan penyakit terbanyak ISPA, kencing manis, anemia, malaria dan gagal ginjal dengan pasien 7.000 hingga 8.000 per bulan.

Penyakit-penyakit ini juga merupakan hasil dari gaya hidup masyarakat pedalaman Papua yang tidak suka mengonsumsi sayur tetapi kerap mengonsumsi minuman kaleng hingga penyedap rasa.

Hemoglobin darah mereka pun rata-rata rendah sementara permintaan darah terus meningkat. Sehingga rumah sakit kerap kali mengalami kelangkaan darah. Berbagai penyuluhan dan edukasi terus digalakkan bahkan untuk hal-hal kecil seperti cuci tangan hingga cara membuang ingus.

RSMM PapuaRSMM Papua Foto: Grandyos Zafna

Selain edukasi untuk mencapai gaya hidup bersih dan sehat, masyarakat pedalaman Papua pun dilatih untuk semakin mandiri.

"7 suku (Amungme, Kamoro dan 5 suku kekerabatan) dipersiapkan mandiri asuransi sudah disediakan pemerintah, jadi RS mulai tahun ini YPMAK sudah membayarkan 10 ribu pasien 7 suku untuk dialihkan ke BPJS Kesehatan," kata Jhoni.

Sementara itu Director Development and Community Relationship PTFI, Claus Wamafma mengatakan program CSR di sektor kesehatan menjadi yang utama. Oleh karena itu, masyarakat terdampak Freeport menjadi prioritas mendapatkan pelayanan kesehatan.

Selain pelayanan kesehatan, Freeport juga aktif memberantas malaria, seperti mendirikan Malaria Center, penyemprotan, vector control.

"Yang paling penting melakukan promosi kesehatan terbebas dari malaria," jelas dia.

Selain soal malaria, Freeport mendukung pengobatan gratis di 3 klinik umum, 2 klinik spesialis, selama 2019 menerima 44.320 kunjungan pasien. Selain itu Freeport ikut serta dalam pengendalian penyakit Malaria dengan tingkat kesuksesan hingga 70% dan TB hingga 99%.

Tim detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang.

(mul/up)