ADVERTISEMENT

Selasa, 30 Nov 2021 15:23 WIB

Jepang Larang Masuk Semua Warga Asing usai Kebobolan Varian Omicron

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona varian Delta bermutasi sampai punah, gejala aneh yang menyebabkan kasus di Jepang anjlok? Jepang melarang masuk semua warga asing. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Jepang larang masuk semua warga asing usai mendeteksi satu kasus varian Omicron. Pemerintah Jepang mengumumkan mereka akan melarang semua pelancong asing yang masuk selama satu bulan dalam upaya mencegah varian Omicron menyebar di dalam negeri.

Diberitakan Japan Times, seorang diplomat Namibia berusia 30-an ditemukan terinfeksi dengan varian Omicron saat ia dites positif di Bandara Narita dekat Tokyo saat kedatangannya pada Minggu (28/11/2021).

Perdana Menteri Fumio Kishida berjanji untuk mengambil setiap tindakan pencegahan untuk menghindari skenario terburuk dalam mengumumkan langkah-langkah tersebut, yang datang hanya tiga minggu setelah Jepang melonggarkan aturan masuk untuk pebisnis, mahasiswa internasional dan peserta dalam program magang teknisnya.

Aturan Jepang melarang masuk semua warga negara asing tidak akan mempengaruhi warga negara Jepang atau warga asing yang kembali ke negara itu. Namun mereka yang kembali dari negara-negara yang sudah kemasukan varian Omicron akan diisolasi di fasilitas pemerintah selama 3-10 hari.

Selain Jepang, banyak negara lain yang bergerak cepat memperketat perbatasan mereka setelah penemuan varian Omicron baru yang diidentifikasi pertama kali oleh peneliti Afrika Selatan pekan lalu.

Masih sangat sedikit yang diketahui tentang jenis virus tersebut, termasuk apakah lebih menular, lebih mungkin menyebabkan penyakit serius, atau lebih mampu menghindari perlindungan vaksin, tetapi hal itu tidak menghentikan negara-negara dari Israel hingga Maroko, Inggris, dan Jepang untuk segera bertindak menutup perbatasan.

Bagaimana dengan gejala varian Omicron?

Dokter mengungkap kebanyakan pasien tidak mengalami batuk atau sakit tenggorokan, gejala umum infeksi COVID-19 yang ditemukan pada varian sebelumnya. Pasien COVID-19 yang terinfeksi varian Omicron juga tidak mengalami anosmia atau kehilangan indra penciuman. Gejala varian Omicron antara lain:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan ekstrem
  • Nyeri otot
  • Tidak enak badan

Dalam upaya untuk mencegah varian omicron menyebar di dalam negeri, Jepang melarang masuk semua warga asing. Aturan ini efektif berlaku selama satu bulan, dimulai 30 November.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT