Selasa, 30 Nov 2021 16:45 WIB

Bos Pfizer Yakin Obat COVID-19 Buatannya Efektif Lawan Varian Omicron

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Close-up red and black Medicine Capsules in Blister Packs Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Supersmario
Jakarta -

CEO Pfizer Albert Bourla meyakini bahwa obat COVID-19 yang tengah dikembangkannya efektif melawan varian-varian Corona, termasuk varian Omicron. Sebab, obat ini sudah dirancang untuk menghadapi kemungkinan kemunculan mutasi dari virus tersebut.

"Kabar baiknya, obat COVID-19) itu dirancang dengan pertimbangan bahwa sebagian besar mutasi terjadi pada bagian spike protein," kata Bourla yang dikutip dari CNBC, Selasa (30/11/2021).

"Jadi, itu memberikan saya kepercayaan yang sangat tinggi bahwa pengobatan tidak akan terpengaruh (kemunculan varian Corona), pengobatan oral kita tidak akan terpengaruh oleh virus ini," lanjutnya.

Dalam uji klinis, obat COVID-19 Pfizer yaitu Paxlovid diklaim bisa mengurangi risiko rawat inap dan tingkat kematian hingga 89 persen. Pil itu akan memblokir enzim yang dibutuhkan virus untuk bereplikasi.

Obat ini juga digunakan dan dikombinasikan dengan obat HIV ritonavir. Itu akan memperlambat metabolisme manusia untuk memungkinkan Paxlovid ini tetap aktif dalam tubuh lebih lama pada konsentrasi yang lebih tinggi untuk melawan virus.

Bourla optimis dengan kemanjuran dari obat Paxlovid ini. Ia juga mengatakan klaim vaksin yang disebut tidak bisa melindungi dari varian Omicron ini harus ditinjau lebih lanjut.

"Saya tidak berpikir bahwa vaksin tidak bisa melindungi (dari varian Omicron). Saya pikir hasilnya masih belum bisa diketahui," pungkasnya.

Soal varian Omicron

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada beberapa waktu lalu memperingatkan bahwa varian Omicron ini bisa menimbulkan risiko global yang sangat tinggi dan kemungkinan penularan lebih lanjut yang tinggi.

Varian ini juga diketahui memiliki lebih dari 30 mutasi pada spike protein yang mengikat sel manusia. Beberapa mutasi dari varian Omicron ini dikaitkan dengan transmisi yang lebih tinggi dan menyebabkan penurunan perlindungan antibodi.



Simak Video "Pfizer Klaim Obat Covid-19 Buatannya Turunkan Rawat Inap-Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)