ADVERTISEMENT

Rabu, 01 Des 2021 08:26 WIB

Varian Omicron Diduga Sebabkan Reinfeksi, Penyintas COVID-19 Bisa Tertular Lagi

Ayunda Septiani - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto ilustrasi. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyatakan bahwa ada kemungkinan varian B.1.1.529 atau yang dikenal sebagai varian Omicron dapat membuat penyintas COVID-19 kembali mengalami infeksi atau reinfeksi COVID-19.

Meski demikian, Wiku mengingatkan bahwa kemungkinan tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut yang saat ini masih dilakukan banyak tim peneliti global dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Berdasarkan bukti awalan, disinyalir varian ini dapat menimbulkan reinfeksi pada penyintas COVID-19," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (30/11/2021).

Wiku juga menambahkan, berdasarkan pengamatan sementara varian Omicron juga dinilai memiliki kecepatan penularan yang lebih tinggi daripada varian lainnya, kendati penelitian juga menyebutkan bahwa varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini tidak memiliki sifat memperburuk gejala klinis pasien COVID-19.

Untuk itu, Wiku tetap meminta Indonesia waspada akan penyebaran varian Omicron, meskipun sementara ini belum dilaporkan adanya varian omicron di Indonesia melalui hasil pengamatan dan pemeriksaan menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

"Juga terkait efektifitas vaksin, testing, dan obat-obatan saat ini terhadap varian Omicron masih dalam tahap pengkajian lebih lanjut," imbuhnya.

"Kita tidak boleh lengah, karena belajar dari varian Delta periode Idul Fitri, apabila tidak dipersiapkan dengan baik dan dibiarkan menyebar luas di masyarakat, lalu mobilitas masyarakat tinggi, terlebih pula tidak disiplin prokes. Maka varian ini dapat kembali meningkatkan kasus COVID-19," pungkas Wiku.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT