Rabu, 01 Des 2021 13:45 WIB

Seperti Apa Bahaya Varian Omicron? Ilmuwan Afsel Ini Beberkan Faktanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Ilustrasi varian Omicron disebut berpotensi mengalahkan varian Delta. Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Direktur lembaga penyakit menular Afrika Selatan menyebut varian Omicron bisa menjadi kandidat varian Corona paling kuat, bahkan menggantikan varian Delta, yang diketahui menular dengan amat cepat dan menimbulkan lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran.

Penemuan Omicron telah menyalakan alarm global. Negara-negara membatasi perjalanan dari Afrika Selatan lantaran khawatir varian baru tersebut dapat menyebar dengan cepat, bahkan pada populasi yang sudah divaksinasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya sempat menyebut varian Omicron memiliki risiko tinggi menimbulkan lonjakan infeksi COVID-19.

"Kami pikir apa yang akan mengalahkan varian Delta? Itu selalu menjadi pertanyaan, setidaknya dalam hal penularan.... Mungkin varian khusus ini adalah variannya (yang dapat mengalahkan Delta)," kata Adrian Puren, pejabat direktur eksekutif Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan (NICD), dikutip dari Reuters, Rabu (1/12/2021).

Jika varian Omicron terbukti lebih mudah menular daripada varian Delta, risiko yang ditakutkan adalah terjadi lonjakan tajam kasus infeksi yang berimbas tekanan pada rumah sakit.

Puren menegaskan, dalam waktu empat minggu, para ilmuwan harus sudah mengetahui tingkat kemampuan varian Omicron menghindari kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin atau infeksi natural COVID-19. Hal itu juga terkait kemungkinan gejala klinis pada pasien COVID-19 varian Omicron lebih berat daripada varian Corona lainnya.

Sejauh ini, laporan anekdotal oleh dokter yang telah merawat pasien COVID-19 Afrika Selatan menyebut infeksi akibat varian Omicron menimbulkan gejala relatif ringan, seperti batuk kering, demam, dan keringat malam.

Menurut Puren, kini masih terlalu dini untuk memastikan Omicron menggantikan varian Delta di Afrika Selatan. Pasalnya, ilmuwan lokal hanya menghasilkan 87 urutan varian Omicron sejauh ini.

Diketahui, varian Delta memicu gelombang ketiga COVID-19 di Afrika Selatan dengan puncak lebih dari 26 ribu kasus per hari pada awal Juli 2021.

Di lain sisi, Omicron diperkirakan akan memicu gelombang keempat. Melihat kasus harian mencapai 2.270 pada Senin, infeksi varian Omicron diprediksi mencapai 10.000 pada akhir minggu.



Simak Video "Malaysia Konfirmasi Kasus Varian Omicron, Masuk Sebelum Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)