Varian Omicron Disebut Sudah Terdeteksi Lebih Dulu di Belanda Sebelum Afsel

ADVERTISEMENT

Varian Omicron Disebut Sudah Terdeteksi Lebih Dulu di Belanda Sebelum Afsel

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 01 Des 2021 14:31 WIB
Varian Omicron
Ilustrasi varian Omicron. (Foto: Infografis detikcom)
Jakarta -

Belanda menyebut varian Omicron lebih dulu terdeteksi di negaranya sejak 19 November 2021. Ini berbeda dengan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa kasus pertama varian Omicron di Belanda ini terdeteksi pada 26 November, yang berasal dari penumpang pesawat asal Afrika Selatan.

Pihak Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat (RIVM) pun mengkonfirmasi bahwa varian Omicron ini ditemukan pada dua sampel yang diambil dari pasien COVID-19 pada 19 dan 23 November 2021.

"Kami telah menemukan varian virus corona Omicron dalam dua sampel uji yang diambil pada 19 November dan 23 November," kata RIVM yang dikutip dari Reuters, Rabu (1/12/2021).

"Namun belum jelas apakah orang-orang ini telah mengunjungi Afrika Selatan," lanjutnya.

Menurut salah satu ahli RIVM, Chantal Reusken, salah satu pasien tersebut mungkin tertular di Belanda. Sampai saat ini, pihaknya masih terus menyelidiki.

"Namun, bagaimana tepatnya, ini masih diselidiki," kata dia, dikutip dari CNN.

Pihak RIVM mengatakan, dengan dua sampel pasien yang diambil pada 19 dan 23 November itu, total infeksi varian Omicron di Belanda sejauh ini menjadi 16 kasus.

Sebelumnya, pihak berwenang Belanda meyakini kasus varian Omicron ini pertama kali terdeteksi pada 26 November 2021. Itu terjadi setelah 14 penumpang pesawat dari Johannesburg dan Cape Town dinyatakan positif Corona.

Sejauh ini, setidaknya sudah ada 20 negara yang mengkonfirmasi varian Omicron. Bahkan 70 negara, termasuk Indonesia, mulai melakukan pembatasan hingga larangan perjalanan dari beberapa negara di selatan Afrika untuk mencegah penyebaran varian ini.

Meski Omicron disebut lebih menular dari varian Delta, para ahli sampai saat ini terus melakukan penelitian terkait varian ini. Mereka belum bisa memastikan dengan jelas apakah varian ini benar-benar lebih menular dan mampu mengurangi efikasi dari vaksin Corona yang tersedia saat ini.



Simak Video "Temuan Terkini Terkait Subvarian Omicron BN.1"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT