ADVERTISEMENT

Rabu, 01 Des 2021 17:00 WIB

Dunia Geger Varian Omicron, Kemenkes Sebut RI Masih Perangi Anak-Cucu Delta

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Ilustrasi Kementerian Kesehatan menyebut COVDI-19 Indonesia masih didominasi varian Delta. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Dunia tengah dibuat geger oleh temuan varian Corona baru, yakni B.1.1.529 atau varian Omicron yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan. Namun Kementerian Kesehatan menyebut, hingga kini kasus COVID-19 di Indonesia masih didominasi oleh infeksi varian Delta.

"Varian yang mendominasi di negara kita masih varian Delta. Dan varian Delta itu saat ini sudah punya sampai 22 variasi. Artinya, varian Delta sendiri terus bermutasi," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/12/2021).

"Bahkan beberapa hari ini walaupun kita tidak perlu panik, tetapi kita tahu bahwa ada varian baru lagi. Kalau tadi varian Delta bermutasi membuat turunan-turunan variasi baru, saat ini muncul lagi varian baru yang kita kenal varian Omicron," sambungnya.

Mengingat, varian Delta disebut-sebut memiliki kecepatan menular jauh lebih tinggi dibanding varian-varian Corona lainnya. Varian Delta juga diyakini menjadi 'biang kerok' lonjakan kasus COVID-19, termasuk di Indonesia beberapa bulan lalu.

Mengatasi kondisi tersebut, dr Nadia menegaskan pentingnya percepatan vaksinasi COVID-19. Meski penambahan kasus baru harian COVID-19 RI kini relatif menurun, ia menegaskan percepatan vaksinasi tetap diperlukan.

Termasuk untuk kawasan daerah kabupaten dan kota agar seiring turunnya kasus COVID-19 RI, efektivitas vaksin bisa dimanfaatkan dengan baik.



Simak Video "Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT