Kamis, 02 Des 2021 08:04 WIB

Bertambah! Deretan Negara Ini Konfirmasi Kasus COVID Omicron

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Virus corona: Apakah varian Omicron memang sangat berbahaya? Foto ilustrasi. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi memasukan varian baru B.1.1.529 atau Omicron menjadi variant of concern (VOC) pada Jumat (26/11/2021) lalu.

Varian tersebut diketahui mengandung 30 mutasi pada protein spike yang memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh. Bahkan, varian tersebut diduga lebih cepat penularannya ketimbang varian Delta.

Mutasi COVID-19 awalnya terdeteksi di Afrika Selatan dan saat ini pemerintah telah mengkonfirmasi adanya 128 kasus positif COVID-19 varian Omicron. Seiring berjalannya waktu, varian tersebut terus menyebar ke penjuru dunia.

Mengutip bnownews.com, tercatat 20 negara mengkonfirmasi kasus COVID-19 varian Omicron. Berikut daftarnya:

1. Botswana

Dilansir dari France24, Senin 29 November 2021, Koordinator Gugus Tugas COVID-19 Botswana menyebutkan, negara tersebut mengkonfirmasi adanya empat kasus Omicron. Hingga hari ini, masih ada 11 orang lain yang masuk dalam penyelidikan.

Meski varian Omicron membuat khawatir negara tersebut, pejabat tinggi setempat yakin negaranya siap menghadapi varian baru tersebut.

2. Hong Kong

Diketahui Hong Kong menjadi negara pertama yang menemukan kasus varian Omicron selain di benua Afrika Selatan.

Diketahui kasus tersebut ditemukan ketika seorang pelancong asal Afrika Selatan menggunakan masker tidak benar dan memungkinkan menularkan virus di kamar terbuka. Kasus ini pertama kali teridentifikasi di sebuah kamar hotel yang berisi 12 orang dan kini mereka tengah menjalani karantina.

3. Israel

Pada Jumat lalu, Kementerian Kesehatan Israel juga telah mengkonfirmasi varian baru tersebut.

"Varian yang ditemukan di negara-negara Afrika Selatan telah teridentifikasi di Israel," kata Kemenkes Israel.

Kasus tersebut ditemukan pada dua orang yang baru kembali dari Malawi. Dan saat ini telah melakukan karantina.

4. Inggris

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, juga mengumumkan dua kasus terkait varian Omicron di negara tersebut. Keduanya terdeteksi setelah melakukan perjalanan ke Afrika Selatan.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, seluruh pelaku perjalanan yang hendak masuk ke Inggris harus melakukan tes PCR dua hari setelah tiba. Karantina mandiri juga diperlukan hingga hasilnya negatif. Karantina mandiri tersebut diperlukan selama kurang lebih 10 hari. Aturan ini telah ditetapkan oleh pemerintah Inggris, diikuti aturan penggunaan masker di tempat umum.

5. Italia

Institusi Kesehatan Nasional mengatakan, varian Omicron ditemukan di Milan pada seorang yang telah melakukan perjalanan dari Mozambik.

6. Jerman

Kementerian Kesehatan Jerman mengumumkan adanya dua kasus varian yang telah terkonfirmasi, melalui Bandara Munich pada 24 November 2021 lalu. Diketahui kasus tersebut ditemukan pada dua orang yang telah melakukan perjalanan dari Afrika Selatan. Keduanya kini telah melakukan isolasi mandiri.

7. Belgia

Ahli Virologi Marc Van Ranst yang bekerjasama dengan Rega Institute for Medical Research menemukan kasus terkonfirmasi di Belgia. Kasus ditemukan pada pelaku perjalanan yang baru kembali dari Mesir pada 11 November dan menunjukkan gejala 11 hari kemudian.

Berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan Fran Vandenbroucke, orang tersebut belum divaksin dan menyebut varian Omicron merupakan varian berbahaya.

8. Belanda

Diketahui hingga kini ada 61 orang positif berasal dari dua penerbangan Afrika Selatan pada Jumat lalu, teridentifikasi terpapar varian Omicron.

"Wisatawan dengan hasil tes positif akan ditempatkan dalam isolasi di sebuah hotel. Dari hasil tes positif, kami sedang meneliti secepat mungkin apakah itu varian baru yang menjadi perhatian, bernama Omicron," kata otoritas kesehatan Belanda.

9. Republik Ceko

Varian Omicron juga diketahui sudah masuk ke Ceko. Otoritas Kesehatan tengah memeriksa dugaan kasus dari pelaku perjalanan yang berasal dari Nambia.

10. Australia

Tetangga dekat RI, Australia, telah mendeteksi dua kasus COVID-19 varian baru. Kasus ini terdeteksi melalui pengecekan penumpang yang berasal dari Afrika menuju Sydney.

Otoritas Kesehatan New South Wales (NSW) mengatakan, pengujian genomik telah mengkonfirmasi adanya dua penumpang terpapar varian tersebut saat mendarat di Sydney pada Sabtu, 27 November 2021.

Selanjutnya
Halaman
1 2