Kamis, 02 Des 2021 12:54 WIB

Yakin Omicron Belum Masuk RI? Pakar UNS: Bisa Saja Belum Terdeteksi

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia (oto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)

Jika masyarakat mengabaikan Omicron, dia khawatir akan terjadi gelombang berikutnya, seperti pada Juli-Agustus lalu. Hal ini akan berbahaya jika kondisinya sampai membuat rumah sakit penuh.

"Kalau kasusnya sangat tinggi, RS kewalahan, tempat tidur kurang, sampai harus antre di IGD, atau bahkan terpaksa bertahan di rumah saja, maka risikonya besar. Angka kematian menjadi tinggi," ungkapnya.

Cara pencegahan penyebaran Omicron, kata Tonang, tidak berbeda dengan varian sebelumnya. Dia menyarankan protokol kesehatan harus tetap diperketat, terutama terkat mobilitas antarnegara.

"Kepada pemerintah, jangan pernah bosan mengingatkan untuk protokol kesehatan, terutama cuci tangan dan pakai masker. Selain itu, mobilitas antarnegara harus diwaspadai," tutupnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(up/up)