ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Des 2021 21:30 WIB

Round Up

Reuni 212 Disebut Bisa Jadi Tempat Penyebaran Varian Omicron? Ini Kata Pakar

Astika - detikHealth
Pasukan bermotor gabungan TNI Polri membubarkan massa Reuni 212 di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021). Mereka berpatroli menyisir jalan Abdul Mius hingga MH Thamrin guna meminta massa 212 membubarkan diri. Ilustrasi kerumunan Reuni 212, Kamis (2/12/2021) disorot ahli epidemiologi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Berbagai titik di wilayah DKI Jakarta diramaikan dengan peserta aksi reuni 212. Sebelumnya pihak kepolisian tidak memberikan izin untuk kegiatan ini, namun massa reuni tetap berkumpul dan berdesakan di jalanan.

Meskipun tren kasus Corona di Indonesia tengah menurun drastis, ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menerangkan kerumunan bisa menjadi peluang penularan virus.

Namun jika terkait potensi lonjakan, menurutnya lonjakan kasus jarang disebabkan transmisi natural. Melainkan, dipicu oleh Unusual Epidemic Event (UEE) seperti temuan varian Delta yang memicu lonjakan kasus COVID-19 RI pada Juli lalu.

"Kerumunan menjadi risiko untuk penularan COVID-19, sekalipun vaksinasi di Jakarta sudah melebihi target," terangnya saat dihubungi detikcom, Kamis (2/12/2021).

"Bisa diminimalkan dengan protokol penggunaan masker dan menjaga kontak fisik tidak terjadi, juga hand hygiene. Tapi tentu sulit kalau kondisinya sudah crowded (ramai)," sambung Pane.

Pakar epidemiologi lainnya yakni Dicky Budiman dari Universitas Griffift Australia menambahkan bahwa kerumuman massa reuni 212 juga bisa berisiko memicu penularan varian baru Omicron. Menurutnya, besar kemungkinan varian ini sudah terdeteksi di Indonesia.

"Bagaimanapun kombinasi antara kerumunan, keramaian, dan mobilitas yang tinggi, interaksi yang tinggi, dengan adanya besar kemungkinan varian Omicron sudah ada di Indonesia, ini hanya masalah waktu saja," beber Dicky kepada detikcom, Kamis (2/12/2021).

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Nadia Tarmizi, M. Epid saat dihubungi detikhealth, Kamis (2/12/2021), mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga laju penularan yang kian menurun.

"Kita ingatkan kita masih dalam situasi pandemi. Laju penularan yang sudah membaik dan kondisi membaik harus tetap dipertahankan," jelas dr Nadia Tarmizi.

dr Nadia juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, tidak menimbulkan kerumunan dan selalu menjaga jarak.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(Astika/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT