Jumat, 03 Des 2021 11:36 WIB

Fakta-fakta Masuknya Omicron ke Singapura, RI Wajib Waspada?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia. Ilustrasi pandemi COVID-19 Singapura. Foto: AP Photo
Jakarta -

Singapura baru saja mendeteksi 2 kasus pertama varian Omicron atau B.1.1.529, diketahui merupakan kasus impor dari pelancong asal Afrika Selatan.

Berdasarkan laporan Otoritas Kesehatan Singapura, kedua pelancong tersebut kini menjalani karantina di National Center for Infectious Diseases (NCID).

"Hasil tes PCR mereka menunjukkan adanya S-gene Target Failure yang mungkin berhubungan dengan varian Omicron. Laboratorium kesehatan masyarakat sedang melakukan genome sequencing untuk mengkonfirmasi," terang Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (3/12/021).

Pasien pertama berusia 44 tahun, tiba di Singapura dari Mozambique, sempat transit di Johannesburg, Afrika Selatan. Pasien kedua berusia 41 tahun, tiba di Singapura dari Afrika Selatan.

Keduanya langsung menjalani tes PCR (polymerase chain reaction) setibanya di Singapura dan langsung diwajibkan menjalani isolasi.

Lantas, apakah RI sudah wajib waspada atas temuan varian Omicron di Singapura? Berikut fakta-fakta seputarnya:

1. Kedua pelancong sudah divaksinasi dosis lengkap

Otoritas Kesehatan Singapura melaporkan, kedua pelancong asal Afrika Selatan tersebut sudah menerima dosis lengkap vaksin COVID-19.

Meski begitu, kontak dekat kedua pasien tersebut diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari di fasilitas yang ditetapkan, serta wajib menjalani tes PCR di awal dan akhir masa karantina.

2. Gejala tergolong ringan

Di samping informasi terkait vaksinasi, kedua pasien tersebut juga dikabarkan mengalami gejala COVID-19 tergolong ringan. Di antaranya batuk dan gatal tenggorokan.

3. Kemenkes sebut varian Omicron belum ada di Indonesia

Menanggapi kabar temuan varian Omicron di Singapura, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, menyebut hingga saat ini varian tersebut belum ditemukan di Indonesia.

"Dari pemeriksaan genom sekuensing kita belum ada," jelasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (3/12/2021).

"Sampai saat ini belum ya baru kita lakukan untuk perpanjangan karantina saja ya," sambung dr Nadia.

Namun pakar epidemiologi meyakini, varian Omicron sebenarnya sudah ada di Indonesia. Simak lebih lanjut di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pembatasan Singapura Akan Dilonggarkan Usai Puncak Omicron Melandai"
[Gambas:Video 20detik]