ADVERTISEMENT

Jumat, 03 Des 2021 12:46 WIB

Warga Malang Diviralkan Buta Usai Vaksin AZ akibat Optic Neuropathy, Apa Itu?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
viral warga kota malang buta usai vaksinasi Foto: Muhammad Aminudin
Jakarta -

Heboh seorang warga Malang diviralkan buta usai menerima vaksin AstraZeneca dosis pertama. Meski belum dipastikan keterkaitannya dengan vaksin COVID-19, hasil pemeriksaan medis menunjukkan yang bersangkutan didiagnosis optic neuropathy, kondisinya kini sudah jauh lebih baik.

"Untuk diagnosanya, optic neuropathy. Pemeriksaan di Poli Mata RSSA dan kondisinya saat ini sudah lebih baik. Rencana tanggal 10 Desember 2021 nanti akan dilakukan kontrol mata di RSSA didampingi oleh puskesmas Arjowinangun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif.

Sebenarnya kondisi apa sih ini?

Dikutip dari Mayo Clinic, optic neuropathy terjadi ketika ada pembengkakan atau peradangan yang merusak saraf optik, seikat serabut saraf yang mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Gejala umum yang biasa dikeluhkan adalah nyeri saat menggerakkan mata dan kehilangan penglihatan sementara pada satu mata.

Tanda dan gejala optic neuropathy dapat menjadi indikasi pertama dari multiple sclerosis (MS). MS adalah penyakit yang menyebabkan peradangan dan kerusakan saraf di otak serta saraf optik.

Selain MS, peradangan saraf optik dapat terjadi dengan kondisi lain, termasuk infeksi atau penyakit kekebalan, seperti lupus. Jarang, penyakit lain yang disebut neuromyelitis optica menyebabkan peradangan saraf optik dan sumsum tulang belakang.

Kebanyakan orang yang memiliki satu episode optic neuropathy akhirnya bisa pulih tanpa pengobatan. Terkadang obat steroid dapat mempercepat pemulihan penglihatan.

Bagaimana gejalanya?

Nyeri

Kebanyakan orang yang mengalami optic neuropathy sakit mata yang diperparah oleh gerakan mata. Terkadang rasa sakit terasa seperti sakit tumpul di belakang mata.

Kehilangan penglihatan pada satu mata

Kebanyakan orang memiliki setidaknya beberapa pengurangan sementara dalam penglihatan, tetapi tingkat kehilangan bervariasi. Kehilangan penglihatan yang nyata biasanya dialami selama berjam-jam atau berhari-hari, membaik selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan kemudian. Ada beberapa yang kehilangan penglihatan secara permanen.

Kehilangan penglihatan warna

Optic neuropathy sering mempengaruhi persepsi warna. Ada kemungkinan warna tampak kurang jelas dari biasanya.

Penyebab

Multiple sclerosis

Adalah penyakit di mana sistem autoimun Anda menyerang selubung mielin yang menutupi serabut saraf di otak. Risiko pengembangan multiple sclerosis setelah satu episode Optic neuropathy adalah sekitar 50 persen.

Neuromielitis optika

Pada kondisi ini, peradangan mempengaruhi saraf optik dan sumsum tulang belakang. Neuromyelitis optica memiliki kemiripan dengan multiple sclerosis, tetapi neuromyelitis optica tidak menyebabkan kerusakan pada saraf di otak sesering multiple sclerosis. Namun, neuromyelitis optica lebih parah daripada MS, seringkali mengakibatkan pemulihan yang berkurang setelah serangan dibandingkan dengan MS.

Gangguan antibodi myelin oligodendrosit glikoprotein (MOG).

Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada saraf optik, sumsum tulang belakang atau otak. Mirip dengan MS dan neuromyelitis optica, serangan peradangan berulang dapat terjadi. Pemulihan dari serangan MOG biasanya lebih baik daripada pemulihan dari neuromyelitis optica.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT