Jumat, 03 Des 2021 21:00 WIB

Pakar Sebut Varian Omicron 2,4 Kali Lebih Menular dari Varian yang Asli

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Para ahli kembali menggambarkan seberapa banyak mutasi yang ada pada varian Omicron. Mereka juga mengungkap beberapa mutasi berbahaya dari varian ini. Varian Omicron. (Foto: Twitter/ COG-UK Mutation Explorer (@COGUK_ME))
Jakarta -

Para peneliti di Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) menemukan bahwa varian baru Omicron memiliki kemampuan 'substansial' untuk menghindari kekebalan yang terbentuk dari infeksi Corona sebelumnya. Varian ini juga disebut bisa menyebabkan reinfeksi atau infeksi ulang.

Secara signifikan, mereka menemukan bahwa risiko infeksi ulang pada gelombang Omicron ini 2,4 kali lebih tinggi daripada gelombang sebelumnya. Ini didapatkan dari hasil penelitian pra-cetak yang dipublikasikan di MedRxiv.

"Kami menemukan bukti peningkatan substansial dan berkelanjutan dalam risiko infeksi ulang yang secara temporal konsisten dengan waktu munculnya varian Omicron di Afrika Selatan," kata para peneliti yang dikutip dari Sky News, Jumat (3/12/2021).

"Itu menunjukkan sebagian kenaikan kasus didorong oleh peningkatan kemampuan (virus) untuk menginfeksi individu yang sebelumnya sudah terinfeksi," lanjutnya.

Dari hasil penelitian ini, Profesor Paul Hunter dari The Norwich School of Medicine, University of East Anglia, mengatakan bahwa varian Omicron akan mampu mengatasi kekebalan alami.

Tak hanya itu, varian Omicron juga mungkin bisa kebal dari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin. Meski begitu, pendapat ini belum jelas dan masih diragukan.

"Ketidakpastian besar lainnya adalah apakah ini meningkatkan risiko penyakit parah, rawat inap, dan kematian," pungkasnya.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)