ADVERTISEMENT

Sabtu, 04 Des 2021 17:17 WIB

Updated

Apa Itu Potasium Sianida? Racun yang Diduga Ditenggak Mahasiswi di Mojokerto

Firdaus Anwar - detikHealth
mahasiswi tewas tenggak racun Polisi mengamankan barang bukti botol berisi cairan. (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jakarta -

Seorang mahasiswi berinisial NWR (23) ditemukan tewas di dekat makam ayahnya sendiri di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/12/2021). Polisi menduga NWR bunuh diri dengan menenggak racun karena mengalami depresi setelah ditinggal sang ayah.

"Yang bersangkutan bunuh diri sesuai dengan keterangan dari ibunya karena yang bersangkutan ditemukan minum potasium itu yang terkait dengan dugaan yang bersangkutan alami depresi," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko seperti dikutip dari CNN pada Sabtu (4/12/2021).

Polisi mengamankan barang bukti botol berisi cairan dan tiga butir potasium. Racun yang membunuh NWR spesifiknya disebut potasium sianida.

Di media sosial ramai tagar yang menuntut keadilan untuk sang mahasiswi karena beredar kabar NWR juga merupakan korban pemerkosaan.

Apa itu potasium sianida?

Ahli farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Arief Nurrochmad, menjelaskan potasium sianida atau kalium sianida bekerja dengan menghambat masuknya oksigen ke dalam sel. Sehingga, oksigen tidak bisa masuk dalam sel dan lama-kelamaan membuat sel lemah dan mati.

"Oksigen tidak bisa masuk ke dalam sel. Termasuk kalau jantungnya lemah sama otaknya kekurangan oksigen nanti bisa koma, habis itu lama kelamaan bisa menimbulkan kematian," urai Arief pada detikcom beberapa waktu lalu.

Potasium sianida dapat membunuh manusia dalam dosis yang terbilang kecil dan waktu cepat. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan terhadap orang yang keracunan sianida yakni pertama organ-organ vital harus disuplai oksigen, terutama jantung dan otak.

"Kalau memang masih belum terlalu lama nanti mungkin harus dibuat supaya muntah. Kalau itu dimuntahkan sianidanya bisa ikut dikeluarkan, kalau masih di lambung. Tapi kalau sudah beberapa jam itu harus dibawa ke rumah sakit," sambungnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.



Simak Video "Kasus Bunuh Diri Anak Muda di Korsel Meningkat 2 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT