Senin, 06 Des 2021 06:36 WIB

Corona AS Meledak, Rata-rata Catat Lebih dari 100 Ribu Kasus Tiap Hari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Munculnya varian Omicron membuat warga di berbagai negara dunia waspada. Di AS, warga kembali beraktivitas menggunakan masker dan ramai-ramai divaksin COVID-19. Corona di Amerika Serikat meledak. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pertama kalinya dalam dua bulan terakhir, Amerika Serikat mencatat lebih dari 100 ribu kasus COVID-19 baru setiap hari. Menurut data Johns Hopkins University (JHU) pada Sabtu, rata-rata selama sepekan terakhir infeksi kasus per hari mencapai 121.347.

AS terakhir kali mencatat 100 ribu kasus baru di awal Oktober. Jumlah kematian akibat COVID-19 di AS juga kian meningkat, rata-rata selama sepekan ada 1.651 orang meninggal karena Corona setiap hari.

Masih diamuk COVID-19 varian Delta

Sebagian besar kasus baru di AS masih berasal dari infeksi COVID-19 varian Delta. Namun, AS juga sudah mengidentifikasi COVID-19 varian Omicron setidaknya di 16 negara bagian.

Kasus pertama ditemukan di California pada hari Rabu, dan pada akhir pekan varian telah diidentifikasi di 15 negara bagian lain: Colorado, Connecticut, Hawaii, Louisiana, Maryland, Massachusetts, Minnesota, Missouri, Nebraska, New Jersey, New York, Pennsylvania, Utah, Washington, dan Wisconsin.

Varian Omicron telah mengkhawatirkan para pejabat karena indikasi awal menunjukkan bahwa Corona B.1.1.529 itu bisa lebih menular daripada jenis aslinya, dan sejumlah besar mutasi yang dibawanya menimbulkan risiko potensial untuk mengurangi beberapa keefektifan yang diberikan oleh vaksin saat ini.

"Para ilmuwan sedang bekerja untuk melihat tingkat keparahan dan penularan Omicron, tetapi itu bisa memakan waktu berminggu-minggu," kata para pejabat.

Ahli bedah umum AS dr Vivek Murthy, menyebut negara AS kini lebih siap untuk menangani varian yang baru terdeteksi daripada selama awal pandemi.

"Kami berada di tempat yang sangat berbeda sekarang daripada satu tahun yang lalu karena kami telah belajar lebih banyak. Kami memiliki vaksin yang tersedia. Kami memiliki lebih banyak tes yang tersedia, dan apa yang harus kami lakukan untuk melewati musim dingin ini adalah untuk memastikan bahwa kami menggandakan strategi vaksinasi kami," kata Murthy kepada CNN, dikutip Senin (6/11/2021).



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)