ADVERTISEMENT

Senin, 06 Des 2021 08:23 WIB

Inikah Biang Kerok Varian Omicron Muncul di Afrika?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di Afrika Selatan melonjak usai ditemukannya varian Omicron di negara tersebut. Vaksinasi COVID-19 pun digencarkan guna menanggulangi varian itu. Inikah alasan varian Omicron munculnya di Afrika? (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sebuah laporan yang dimuat Senin (6/12/2021) menunjukkan Afrika hanya memiliki sedikit peluang untuk mengatasi pandemi COVID-19. Salah satunya dalam strategi vaksinasi, Afrika diterpa 'diskiriminasi vaksin ekstrem' sehingga cakupannya masih jauh dari sasaran.

Karenanya, temuan varian Omicron di Afrika bagian selatan dituding para ahli imbas cakupan vaksinasi sangat rendah. Hanya lima dari 54 negara Afrika yang mencapai target WHO untuk memvaksinasi 40 persen populasi menjelang akhir 2021.

Yayasan Mo Ibrahim melaporkan kondisi ini dalam sebuah laporan tentang COVID-19 di Afrika.

"Satu dari 15 orang Afrika telah sepenuhnya divaksinasi, dibandingkan hampir 70 persen di kelompok negara-negara kaya G7," menurut data dari yayasan tersebut, yang didirikan oleh miliarder telekomunikasi Sudan untuk mempromosikan pemerintahan yang lebih baik dan pembangunan ekonomi di Afrika.

"Sejak awal krisis ini, Yayasan kami dan suara Afrika lainnya telah memperingatkan bahwa Afrika yang tidak divaksinasi dapat menjadi inkubator sempurna untuk berbagai varian," kata ketuanya Mo Ibrahim dalam sebuah pernyataan.

"Munculnya Omicron mengingatkan kita bahwa COVID-19 tetap menjadi ancaman global, dan vaksinasi ke seluruh dunia adalah satu-satunya jalan ke depan," tambahnya.

"Namun kami terus hidup dengan diskriminasi vaksin yang ekstrem, dan Afrika khususnya tertinggal."

Persediaan vaksin terbatas di Afrika setelah negara-negara maju mendapatkan pesanan awal dari perusahaan farmasi dan program berbagi vaksin global, COVAX, dimulai dengan lambat.

Meski begitu kini pengiriman vaksin ke Afrika telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi sistem perawatan kesehatan yang lemah dan infrastruktur yang terbatas menghambat program vaksinasi, begitu vaksin COVID-19 tiba.

Ada juga kebingungan mengenai masa kedaluwarsa yang singkat dari vaksin yang disumbangkan, yang telah menyebabkan beberapa vaksin menjadi tak sempat terpakai.

Laporan Senin mengatakan pandemi telah mengungkap kelemahan kapasitas pencatatan sipil Afrika, dengan hanya 10 persen kematian di Afrika yang terdaftar secara resmi. Sistem yang lemah meningkatkan kemungkinan bahwa tingkat vaksinasi bahkan lebih rendah dari yang ditunjukkan statistik resmi.

Simak Video 'Jeritan Afrika Selatan yang Merasa Tersudutkan Gegara Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT