Senin, 06 Des 2021 15:16 WIB

Pamer Payudara di Bandara, Benarkah Siskaeee Ekshibisionis? Ini Kata Pakar

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Tangkapan layar video saat polisi membawa Siskaeee ke kos untuk penggeledahan, Minggu (5/12/2021). Siskaeee saat dibawa oleh polisi. (Foto: dok. Istimewa)

Penanganan Eksibisionisme

Lebih lanjut psikolog yang berpraktik di RSK Dharmawangsa tersebut menjelaskan, bagi pengidap eksibisionisme dapat disembuhkan dengan dua cara yakni psikoterapi dan pengobatan. Dan hal ini harus segera dilakukan.

"Kita bisa melakukan terapi paralel yang diberikan psikiater dan psikolog. Untuk psikiater pertama akan dievaluasi dahulu dan diberikan obat. Kemudian tim psikolog akan memberikan terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT), kita akan mengubah sudut pandang pengidap yang bersikap negatif ke positif," terang Radit.

Terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu mengidentifikasi penyebab seseorang sengaja menunjukkan alat kelaminnya.

"Jika kita mengalami suatu keadaan, kita harus segera meminta pertolongan sehingga kita tidak stuck. Ketika sudah stuck, cenderung kita akan mengalami depresi atau mengalami kondisi lainnya," tutup Radit.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(kna/kna)