Senin, 06 Des 2021 18:30 WIB

70 Ribu Vaksin Pfizer di DIY Terancam Kedaluwarsa Januari 2022

Heri Susanto - detikHealth
Brasov, Romania - February 21, 2021: Pfizer-BioNTech Covid-19 vaccine on a white background. Foto: Getty Images/carmengabriela
Yogyakarta -

Vaksin COVID-19 buatan Pfizer di DIY yang mencapai 70 ribu dosis terancam kedaluwarsa bulan Januari nanti. Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY telah melaporkan 70 ribu vaksin yang hampir kedaluarsa itu ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

"Yang hampir ED ada sekitar 70 ribu vaksin. Itu untuk Pfizer yang sudah kami laporkan ke Kemenkes. Nanti, yang hampir ED ini akan disalurkan ke kabupaten lain agar segera disuntikkan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie, ditemui di Inna Garuda, Senin (6/12/2021).

Pembajun menjelaskan pemanfaatan vaksin Pfizer ini sesuai untuk masyarakat yang belum mendapat dosis satu dan dua vaksin COVID-19, bukan untuk booster.

"Nah, jadi yang masih kita perlu kita lakukan adalah menyelesaikan sisa yang belum tervaksin. Kita kan sudah di 97 persen dosis pertama, tiga persen ini harus segera divaksin. Gimana caranya? Ya kita turun langsung, bantuan dari masyarakat sangat dibutuhkan nggak gampang cari 3 persen saat sekarang," kata Pembajun.

Ia menambahkan, vaksin massal tidak bisa lagi menarik banyak orang untuk dosis pertama. Karena saat ini tinggal kesadaran masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera mendapat vaksin.

"Kedua sudah di atas 85 persen, catatan terakhir dosis pertama 97 persen dosis kedua 85 persen. Jaraknya tinggal sedikit tinggal 12 persen. 12, persen ini biasanya penyintas, pada kondisi dia dapat dosis 2 kondisi tidak bagus," katanya.

Pembajun mengatakan pemetaan khusus vaksin yang hampir kedaluwarsa mengikuti ketentuan pusat. Bahwa kalau vaksin mau kedaluwarsa, satu hulan sebelumnya harus bisa memetakan berapa kebutuhan terhadap vaksin tersebut.

"Misalnya vaksin pfizer berapa sih kebutuhan kita untuk vaksin pfizer. Satu bulan sebelum masa ED harus ada pemetaan itu. Kalau 2 minggu sebelum ED bersisa baru boleh di relokasi ke kabupaten terdekat. Kalau tidak bisa juga harus dilakukan menkes dengan terpusat kepala daerah. Vaksin datang harus bisa termanfaatkan maksimal ketentuannya itu," katanya.



Simak Video "RI Kembali Terima Pasokan Vaksin Pfizer, Jumlahnya Hampir 1,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)