Selasa, 07 Des 2021 11:19 WIB

Peringatan Penemu Vaksin AstraZeneca soal Pandemi Setelah COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sosok Sarah Gilbert curi perhatian dunia. Ia merupakan ilmuwan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Sosoknya pun diabadikan dalam bentuk barbie sebagai bentuk apresiasi Sarah Gilbert, penemu vaksin AstraZeneca. (Foto: Andy Paradise/Mattel via AP)
Jakarta -

Ilmuwan penemu vaksin AstraZeneca, Dame Sarah Gilbert, mengingatkan pandemi di masa depan bisa lebih mematikan daripada COVID-19. Ia mengingatkan dunia agar lebih bisa bersiap menghadapi pandemi yang sewaktu-waktu bisa muncul.

"Faktanya adalah, pandemi berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, lebih mematikan, atau keduanya," kata Sarah Gilbert dikutip dari BBC, Selasa (7/12/2021).

"Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita," tambahnya.

Dia juga mengatakan pandemi COVID-19 saat ini diperburuk karena akses terbatas vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah. Sementara negara yang 'sehat dan kaya' sudah mendapatkan booster atau suntikan ketiga vaksin COVID-19.

Waspadai varian Omicron

Sarah Gilbert juga memperingatkan kehadiran varian Omicron bisa saja berpengaruh pada vaksin yang tersedia saat ini. Mutasi pada protein spike dari varian Omicron disebut telah meningkatkan level penularannya.

"Ada perubahan yang kemungkinan membuat antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin atau oleh varian sebelumnya, kurang efektif mencegah infeksi Omicron. Kita harus berhati-hati sampai kita memahami varian ini dan melakukan upaya-upaya untuk memperlambat penyebarannya," jelasnya.

Namun, Sarah Gilbert menggarisbawahi bahwa penurunan efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi bukan berarti perlindungan untuk mencegah gejala parah dan kematian juga menurun.



Simak Video "Negara Terbaik Hadapi Pandemi, Indonesia di Urutan Berapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)