ADVERTISEMENT

Selasa, 07 Des 2021 16:31 WIB

Jika Omicron Masuk RI, Corona di Indonesia Bakal Sulit Pindah ke Endemi?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kemunculan varian Omicron memicu kekhawatiran di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, varian tersebut sudah masuk ke beberapa negara ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Jika varian Omicron ini sampai masuk ke RI, apakah akan mengganggu perpindahan pandemi ke endemi?

Ahli epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo dr, MS, mengatakan saat ini Indonesia sedang berproses menuju endemi. Bahkan bertekad bisa mengendalikan COVID-19 hingga nyaris nol kasus.

Namun, jika varian ini muncul dan memicu lonjakan kasus, pastinya akan mengganggu perpindahan Indonesia dari pandemi menjadi endemi.

"Tentu, kalau ada lonjakan kasus ya mengganggu. Tapi, saya cukup optimis kita pada hari-hari ini sudah cukup bagus, asal tetap dipertahankan protokol kesehatannya dan meningkatkan cakupan vaksinasi," kata Dr Windu dalam diskusi daring, Selasa (7/12/2021).

"Tapi, potensi untuk naik selalu ada kalau kita ini lengah, karena virus masih mengintip," imbuhnya.

Tapi, seberapa parah jika lonjakan kasus terjadi lagi?

Menanggapi ini, Dr Windu optimis tidak akan ada lonjakan sebesar yang terjadi pada gelombang kedua COVID-19. Itu karena banyak masyarakat Indonesia yang sudah terinfeksi dan memiliki imunitas alami.

"Saya optimis tidak ada lonjakan sebesar kemarin, karena kita sudah banyak yang terinfeksi. Jujur saja, sebagian besar penduduk kita ini sudah terinfeksi secara tanpa sadar," kata dia.

"Jadi, secara alamiah sudah punya imunitas plus sebagian sudah 50 persen sudah divaksinasi dosis lengkap. Nah, ini kalau kita berhasil sampai 100 persen dosis lengkap, kita akan lebih aman lagi," jelasnya.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT