Rabu, 08 Des 2021 08:35 WIB

Pria Nekat Bunuh Keluarganya Usai Ketahuan Palsukan Kartu Vaksin COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
The dead womans body. Focus on hand Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman
Jakarta -

Pria Jerman membunuh istri dan tiga putrinya sebelum akhirnya bunuh diri setelah tertangkap basah membuat kartu vaksin COVID-19 palsu. Hal ini diutarakan pihak berwenang setempat, Selasa (7/12/2021).

Dikutip dari New York Post, pria itu diidentifikasi sebagai Devid R. Ditemukan tewas ditembak bersama istri dan tiga gadis mereka dalam rumah berlokasi di Koenigs Wusterhausen, Berlin bagian selatan pada hari Sabtu.

Menurut keterangan jaksa setempat, pria berusia 40 tahun ini meninggalkan catatan sebelum bunuh diri. Rupanya ia takut sang istri dan anak-anaknya akan dipenjara usai pemalsuan kartu vaksin COVID-19 ditemukan.

Devid mengakui dalam catatan tersebut, dirinya membuat kartu vaksin COVID-19 untuk sang istri, tetapi majikannya kemudian mengetahui bahwa itu palsu dan mengancam akan memberitahu pihak berwenang.

"Pria itu takut bahwa dia dan istrinya akan ditangkap dan mereka akan kehilangan hak asuh atas anak-anak, mereka," kata jaksa.

Istri Devid bekerja untuk universitas TH Wildau, menurut surat kabar Berliner Kurier. Masih belum jelas pekerjaan apa yang sebenarnya dilakukan Devid untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Pihak berwenang mengatakan mereka menemukan pembunuhan-bunuh diri yang mengerikan itu setelah tetangga melihat mayat keluarga tertembak di dalam rumah melalui jendela.

Mulai bulan lalu, pekerja di Jerman diminta untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes COVID kepada majikan mereka. Di tengah pengetatan pembatasan COVID-19 baru-baru ini di negara itu, otoritas Jerman sepakat pekan lalu untuk melarang yang tidak divaksinasi memasuki sektor non esensial.

Pemerintah juga berencana untuk membuat vaksinasi wajib untuk beberapa pekerjaan.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)