Rabu, 08 Des 2021 12:01 WIB

Kondisi Kejiwaan Siskaeee Diungkap: Punya Masalah Seksual hingga Trauma

Jauh Hari Wawan S. - detikHealth
Polda DIY gelar barang bukti dan tersangka kasus pornografi aksi pamer payudara dan kemaluan di kawasan Bandara YIA. Pemeran video viral, Siskaeee turut dihadirkan. Siskaeee jadi tahanan usai kasus pamer payudara. (Foto: Jauh Hari Wawan S)
Sleman -

Siskaeee tersangka pamer aurat di Kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) telah diamankan polisi. Dari hasil pemeriksaan psikologi, diketahui perilaku menyimpang ini ada andil dari trauma masa lalu.

Direktur Reskrimsus Polda DIY AKBP Roberto Gomgom Manorang Pasaribu mengungkapkan hasil pemeriksaan psikologi dari Siskaeee ditemukan adanya trauma masa lalu. Akan tetapi Roberto tidak merinci trauma masa lalu Siskaeee dan hanya bisa diungkap saat persidangan nanti.

"Orangnya setelah kami dalami perilakunya melalui ahli psikolog, yang bersangkutan ini ternyata mengalami trauma masa lalu yang menyebabkan dia memiliki perilaku menyimpang yang saat ini terjadi memanfaatkan kelemahan daripada perkembangan teknologi industri saat ini," kata Roberto saat rilis kasus di Mapolda DIY, Selasa (7/12/201).

Roberto menjelaskan, seiring berjalannya waktu perilaku menyimpang Siskaeee kemudian bergeser ke motif ekonomi. Yakni dengan merekam aksi vulgar untuk kemudian dijual ke website-website berbayar.

"Nah perbuatan ini tidak akan terjadi kalau demand nya tidak ada. Kalau demand nya ada, keinginan orang untuk menonton ini sangat berbahaya," ungkapnya.

Sementara itu, psikolog yang melakukan pemeriksaan terhadap Siskaeee, Jatu Anggraeni menjelaskan eksibisionis bisa terjadi karena beberapa hal.

"Pertama biologis, biologis ini bisa terjadi karena adanya masalah seksual, bisa karena dorongan seksual terlalu tinggi atau justru dia terlalu pasif," kata Jatu.

Kemudian kedua faktor psikologis. Jatu menjelaskan hal ini bisa dikenali oleh adanya gangguan kepribadian. "Seperti gangguan kepribadian antisosial kemudian adanya gangguan relasi sosial, ada frustasi seksual, dan kekerasan seksual atau trauma seksual," urainya.

Ketiga yakni faktor sosial. Menurut Jatu, hal ini biasanya terjadi karena pola asuh dari kecil sampai sekarang. Terutama fase masa kecil hingga masa remaja.

"Memang gangguan penyimpangan seksual ini disertai dengan adanya depresi, dan gangguan kecemasan," pungkasnya,



Simak Video "Di Balik Aksi Ekshibisionisme yang Dilakukan Siskaeee"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)