Rabu, 08 Des 2021 22:30 WIB

Kemenkes Pastikan Pemerintah terus Genjot Program Vaksinasi COVID-19

Dea Duta Aulia - detikHealth
Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi (YouTube Sekretariat Presiden) Foto: Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Indonesia kembali menerima bantuan vaksin produksi Janssen dari pemerintah Belanda, Jumat (3/12/2021) lalu. Pada kedatangan kali ini, vaksin yang diterima oleh Indonesia sebanyak 320.000 dosis.

Pemerintah melalui Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan berterima kasih kepada Pemerintah Belanda karena telah mengirimkan bantuan vaksin ke Tanah Air.

"Atas kedatangan ini, Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Belanda," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12/2021).

Ia menjelaskan, bantuan ini bukan baru pertama kali diterima oleh Indonesia. Pada Sabtu (11/9/2021) lalu, Pemerintah Belanda pertama kali memberikan bantuan Vaksin Janssen kepada Pemerintah Indonesia.

"Pemerintah Belanda kembali mengirimkan vaksin Moderna sebanyak 819.600 dosis pada Sabtu (30/10/2021) dan 680.400 dosis pada Rabu (10/10/2021) lalu," katanya.

dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, bantuan ini merupakan wujud nyata hubungan diplomasi yang baik antara Indonesia dengan Belanda. Serta wujud dari komitmen kedua negara untuk saling membantu dalam penanganan COVID-19 di dunia.

"Indonesia sejak awal sangat gencar menyuarakan kesetaraan akses vaksin. Hal ini sangat penting demi melindungi dunia dari ancaman COVID 19 yang terus bermutasi," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, jika tidak ada kesetaraan akses vaksin maka akan sangat berat bagi dunia untuk memenuhi target vaksinasi yang dicanangkan oleh WHO.

Selain itu, ia mengatakan, pada akhir 2021 ini, diperkirakan akan ada 80 negara yang tidak dapat mencapai target 40% total penduduk telah divaksin. Sementara itu, untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi nasional hingga ke pelosok-pelosok desa.

"Pemerintah pusat mendorong daerah-daerah terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi bagi warganya. Dibantu juga dengan sejumlah instansi, seperti TNI dan Polri," tambahnya.

Selain jaminan ketersediaan stok vaksin, upaya percepatan juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait berita-berita tidak benar alias hoaks yang banyak beredar.

Pasalnya, di beberapa daerah, hoaks ikut berperan memperlambat vaksinasi. Masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi, yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan.

"Sekali lagi pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin COVID-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin Badan POM," ungkapnya.

Terakhir, ia mengajak agar setiap lapisan meningkatkan kewaspadaan seiring dengan munculnya varian Omicron di berbagai negara.

"Peningkatan kewaspadaan termasuk dengan meningkatkan lagi disiplin pelaksanaan protokol kesehatan, dan segera vaksinasi apapun jenis vaksinnya," tutupnya.



Simak Video "Pfizer Uji Coba Vaksin untuk Anak 2-5 Tahun, Hasilnya Belum Berhasil"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)