Kamis, 09 Des 2021 07:34 WIB

Kasus COVID-19 Afsel Nanjak Nyaris 20 Ribu, Cetak Rekor 'Wabah' Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di Afrika Selatan melonjak usai ditemukannya varian Omicron di negara tersebut. Vaksinasi COVID-19 pun digencarkan guna menanggulangi varian itu. Omicron di Afrika Selatan. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Diserang Corona B.1.1.529, Afrika Selatan melaporkan hampir 20 ribu kasus baru COVID-19. Ada 36 orang meninggal dunia di hari yang sama, per Rabu (8/12/2021).

Catatan infeksi baru ini mencetak rekor tertinggi sejak varian Omicron dilaporkan. Para ahli Afrika Selatan sangat yakin gelombang empat yang kembali terlihat di negaranya dipicu varian Omicron.

Namun, belum jelas berapa banyak infeksi akibat COVID-19 Omicron lantaran hanya sebagian kecil sampel yang di-sequencing di Afsel.

Statistik dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) membawa jumlah kasus yang dikonfirmasi di negara itu menjadi 3,071 juta, dengan lebih dari 90.000 kematian terkait COVID-19 sejak pandemi dimulai.

Bukti awal menunjukkan Omicron lebih menular daripada varian sebelumnya, tetapi gejalanya mungkin tidak terlalu parah, dengan tingkat rawat inap yang lebih rendah, terutama pada pasien yang divaksinasi.

Tetapi ekonomi di Afsel terdampak usai banyak negara yang melarang perjalanan internasional dari negaranya sejak pada ilmuwan setempat berhasil mengidentifikasi varian Omicron.

Presiden Cyril Ramaphosa akan bertemu dengan pejabat senior yang bertanggung jawab atas respons COVID-19 pekan ini, dan akan memutuskan apakah akan memperketat pembatasan seperti lockdown tingkat rendah. Namun, tampaknya hal tersebut tidak mungkin dilakukan lantaran kapasitas rumah sakit tak kewalahan, seperti pada gelombang sebelumnya.

Regulator kesehatan Afrika Selatan SAHPRA pada hari Rabu menyetujui suntikan ketiga atau booster vaksin COVID-19 Pfizer untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun.



Simak Video "Simak! 7 Gejala Awal Terpapar Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)