ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Des 2021 10:24 WIB

Bocoran Antibodi COVID-19 Warga RI di Wilayah Aglomerasi, Capai 94 Persen

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Coroan di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap hasil survei serologi atau seroprevalence survey. Ia mengatakan dari hasil survei yang dilakukan di 10 kota aglomerasi, kekebalan masyarakat terhadap varian Corona berkisar antara 88-94 persen.

Seroprevalence survey ini merupakan survei yang dilakukan untuk melihat seberapa besar kekebalan atau antibodi masyarakat yang sudah divaksin COVID-19. Ini dilakukan sebagai basis penyusunan kebijakan-kebijakan yang akan dibuat.

"Pemerintah sudah melakukan survei serologi (survei kekebalan pada masyarakat) di 10 kota aglomerasi. Nah, ini pada waktunya akan diumumkan nanti," kata Airlangga dalam Indonesia Outlook 2022 yang disiarkan secara daring, Rabu (8/12/2021).

"Beberapa daerah itu angkanya antara lain 88-94 persen di berbagai kota aglomerasi," lanjutnya.

Namun, Airlangga tidak merinci lebih lanjut kota mana saja yang dimaksud. Seperti yang diketahui, survei serologi ini dilakukan oleh dua kementerian yang bekerja sama, yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Untuk hasil selengkapnya dari survei ini rencananya akan diumumkan di minggu ketiga bulan Desember 2021, oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Airlangga mengatakan dengan hasil tersebut cukup membuat pemerintah percaya diri dalam menghadapi pandemi Corona ini.

"Nah tentu ini juga membuat pemerintah cukup confident, karena protokol yang sekarang seperti PeduliLindungi menjadi suatu aplikasi yang wajib untuk ke tempat keramaian, seperti tempat ibadah, tempat olahraga, mal, pasar, kemudian restoran, maka ini relatif akan terlindungi," jelasnya.

Meski penggunaan aplikasi PeduliLindungi terus dilakukan, lanjut Airlangga, pemerintah sadar tidak semua petugas di tempat umum seperti mal melihat secara detail. Masih ada petugas yang hanya melihat pengunjung yang seolah-olah melakukan scan dan langsung diloloskan, tanpa adanya pengecekan ulang.

"Jadi, ini yang harus kita jaga protokol harus terus diketatkan, sehingga betul-betul yang beraktivitas yang sudah divaksin demikian juga yang keluar kota sudah divaksin," pungkasnya.



Simak Video "Daerah Mana yang Punya Tingkat Antibodi Covid-19 Paling Tinggi?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT