Kamis, 09 Des 2021 19:00 WIB

Jerman Kembali Laporkan Kematian COVID-19 Tertinggi, Ada Apa?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
LEIPZIG, GERMANY - NOVEMBER 18: FFP2 masks and face shields in the Covid-19 intensive care unit at University Hospital Leipzig on November 18, 2021 in Leipzig, Germany. Hospitals are coping with a high influx of patients as the fourth wave of the coronavirus pandemic is sending infection rates to new record highs in Germany. Saxony is especially hard hit, with an average of over 750 new cases per 100,000 over a seven-day period, the highest for any state nationwide. Germanys vaccination rate, currently at about 67% of the population, is low compared to many other EU countries. The vast majority of people currently being admitted to hospital with Covid are unvaccinated. (Photo by Jens Schlueter/Getty Images) Jerman kembali cetak rekor kematian COVID-19, apa yang terjadi? (Foto: Getty Images/Jens Schlueter)
Jakarta -

Pemerintah Jerman pada Rabu (8/12/2021), mengumumkan kasus harian tertinggi COVID-19 sejak Februari saat tengah berjuang menghadapi gelombang keempat pandemi.

Dalam laporan yang dirilis Robert Koch Institute (RKI), pusat penyakit dan pengendalian nasional, ada 69.601 kasus baru dilaporkan dan 527 orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Laporan tersebut menandai jumlah kematian harian COVID-19 tertinggi sejak 18 Februari 2021, yakni sebesar 534 kematian.

Dikutip dari CNN, Kamis (9/12/2021), dalam tujuh hari terakhir, kasus aktif mengalami penurunan namun masih tergolong tinggi yakni sebesar 427 kasus per 100 ribu penduduk. Jerman diketahui telah mencatat total 104.047 kematian akibat COVID-19 sejak awal pandemi.

Saat ini banyak rumah sakit di Jerman mulai kewalahan menampung pasien COVID-19, terutama di unit rawat intensif (ICU) karena lonjakan kasus.

Jerman juga telah menerapkan pembatasan nasional bagi warga yang belum menerima vaksin. Pemerintah juga melarang warga yang tidak di vaksin masuk ke akses publik, kecuali sektor esensial seperti supermarket dan apotek.

Angka kematian akibat Covid-19 di Jerman melonjak berbarengan dengan pelantikan Olaf Scholz sebagai Kanselir Jerman menggantikan Angela Merkel. Jerman juga menetapkan ahli epidemiologi Karl Lauterbach sebagai menteri kesehatan yang baru.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)