Jumat, 17 Des 2021 15:00 WIB

WHO Keluarkan Rekomendasi Sementara untuk 'Mixing' Vaksin COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi sementara terkait mencampur atau mixing vaksin COVID-19 dari jenis yang berbeda, untuk dosis kedua dan booster. Rekomendasi ini dikeluarkan pada Kamis (16/12/2021).

"Berdasarkan jumlah ketersediaan, vaksin mRNA (Pfizer dan Moderna) dapat digunakan sebagai dosis berikutnya setelah seseorang diberikan vaksin vektor AstraZeneca sebagai dosis pertama dan sebaliknya," tulis laporan WHO yang dikutip dari Reuters, Jumat (17/12/2021).

"AstraZeneca dan vaksin mRNA juga bisa digunakan sebagai dosis kedua setelah menerima vaksin Sinopharm untuk dosis pertamanya," lanjutnya.

Dalam laporan tersebut, WHO juga menunjukkan dukungannya pada pendekatan fleksibel untuk menggunakan vaksin homolog (platform tunggal) atau heterolog (platform gabungan).

Rekomendasi sementara WHO ini dikeluarkan untuk mendukung peningkatan program vaksinasi COVID-19, termasuk pemberian booster. Sebab, vaksin booster harus diberikan saat tingkat respons imun yang awalnya diperkirakan cukup ternyata berkurang seiring waktu.

Pedoman atau rekomendasi ini juga dikembangkan berdasarkan saran yang dikeluarkan oleh Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) tentang Imunisasi pada pertemuannya pada 7 Desember 2021 lalu.

Dengahn adanya rekomendasi sementara dari WHO ini akan memungkinkan adanya fleksibilitas dalam program vaksinasi nasional. WHO juga merekomendasikan agar jadwal vaksinasi homolog atau heterolog ini ditujukan untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi pada kelompok prioritas secepatnya.

Namun, WHO mengingatkan menggabungkan atau mixing ini harus berdasarkan berbagai pertimbangan yang harus ditinjau lebih lanjut, seperti:

  • Proyeksi pasokan vaksin COVID-19
  • Aksesibilitas vaksin
  • Manfaat dan risiko jika vaksin digabungkan


Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)