Sabtu, 25 Des 2021 13:01 WIB

Perusahaan Ini Bikin Mikrochip Sertifikat Vaksin COVID-19 yang Ditanam ke Tangan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Amanda Back, marketing manager at Epicenter Stockholm, scans with a smartphone a microchip developed by the DSruptive Subdermals company and implanted in her hand to reveal her health pass in Stockholm on December 20, 2021. - Swedish company DSruptive Subdermals has come up with a microchip that can be inserted under the skin so that users can carry their Covid passports in their arm. (Photo by Viken KANTARCI / AFP) / TO GO WITH AFP STORY by Viken KANTARCI Perusahaan ini ciptakan mikrocip setifikat vaksin COVID-19. (Foto: AFP/VIKEN KANTARCI)
Jakarta -

Sebuah perusahaan di Stockholm, Swedia, bernama Epicenter meluncurkan 'paspor' vaksin COVID-19 dalam bentuk microchip yang ditanamkan ke bawah kulit. Implan tersebut nantinya dapat dibaca oleh perangkat apa pun menggunakan protokol komunikasi jarak dekat (NFC), teknologi yang sama digunakan dalam pembayaran tanpa kontak dan sistem entri tanpa kunci.

Kepala distribusi perusahan tersebut, Hannes Sjöbladm menunjukkan cara kerja microchip tersebut. Hanya dengan melambaikan smartphone di atas lengannya, status vaksinasi COVID-19 dirinya langsung terbaca.

"Implan adalah teknologi yang sangat serbaguna yang dapat digunakan untuk banyak hal yang berbeda, dan saat ini sangat nyaman untuk memiliki paspor COVID yang selalu dapat diakses pada implan Anda," ujarnya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Daily Mail UK, Rabu (22/12/2021).

Seiring kemunculan varian-varian baru virus Corona, vaksinasi COVID-19 menjadi syarat sejumlah aktivitas terutama di tempat umum. Status vaksinasi COVID-19 tersebutlah yang menjadi acuan untuk orang-orang bisa beraktivitas di tempat umum. Di antaranya, melalui aplikasi pada smartphone.

Sjöbladm mengklaim dengan teknologi microchip, status vaksinasi COVID-19 tetap bisa dilihat meski ponsel sedang mati. Microchip berada di bawah kulit baik di lengan atau antara ibu jari dengan jari telunjuk. Menurut Sjöblad, prosedur ini akan praktis dan tidak memerlukan aplikasi khusus di ponsel.

"Jika ponsel Anda kehabisan baterai, itu selalu dapat diakses oleh Anda. Jadi tentu saja, begitulah cara kami menggunakan teknologi ini hari ini, tahun depan kami akan menggunakannya untuk hal lain," katanya.

Epicenter menyebut sudah menggunakan teknologi penanaman microchip selama bertahun-tahun pada karyawannya sendiri. Pada 2015, perusahaan tersebut mengumumkan telah menanamkan microchip di lebih dari 100 karyawan. Dengan chip tersebut, para karyawan bisa melakukan aktivitas seperti membuka pintu, mengoperasikan pintu, hingga membeli minuman hanya dengan lambaian tangan.

Chip ditanamkan dengan suntikan sederhana, menggunakan jarum suntik. Saat diaktifkan oleh alat pembaca, sejumlah kecil data mengalir di antara kedua perangkat melalui gelombang elektromagnetik.

Walau paspor microchip belum siap untuk dipasarkan, pihak Epicenter menyebut teknologinya aman untuk ditanamkan.



Simak Video "Tawaran Vaksin Covid-19 dari Korsel Masih Dicuekin Korut"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)