ADVERTISEMENT

Minggu, 26 Des 2021 09:01 WIB

Hasil Riset 3 Dosis Vaksin Corona Vs Omicron: Pfizer, Moderna, Sinovac

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Hasil riset vaksin COVID-19 lawan Omicron. (Foto: Grandyos Zafna)

2. Vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna

Sebuah studi tentang hasil tes oleh perusahaan asuransi terbesar di Afrika Selatan, Discovery Health, menemukan dua vaksin COVID-19 Pfizer 70 persen efektif melawan infeksi Omicron, sedikit menurun dibandingkan dengan efektivitas awal yang berkisar 80 persen.

EFektivitas 70 persen tersebut juga termasuk melawan penyakit parah, atau kasus rawat inap.

Sementara studi Columbia University dan University of Hong Kong menemukan antibodi dari vaksin Pfizer 20 kali lebih rendah dalam melawan varian Omicron ketimbang varian asli. Dalam penelitian Inggris, dari 581 kasus Omicron, 32 persen telah menerima dua dosis vaksin Pfizer 15 minggu sebelumnya atau lebih dari itu.

Lagi-lagi peneliti menyimpulkan vaksinasi booster membuat perlindungan meningkat, dan ada perbedaan besar. Antibodi vaksin Pfizer melawan Omicron diklaim kembali meningkat sama seperti menghadang infeksi varian awal.

Dibandingkan Pfizer, studi Columbia University-University of Hong Kong melihat penurunan antibodi lebih sedikit saat melawan Omicron. Penurunan antibodi vaksin Moderna terhadap Omicron terjadi sembilan kali lipat dibandingkan dengan infeksi varian sebelumnya.

Di akhir kesimpulan kembali ditekankan antibodi meningkat tinggi usai diberikan vaksin booster dengan jenis serupa.

3. Vaksin Sinovac

Perusahaan China Sinovac's CoronaVac adalah salah satu vaksin yang paling banyak dikirim secara global, memasok vaksin ke sejumlah negara Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara, meskipun tingkat efikasi dari hasil studi lebih rendah ketimbang vaksin COVID-19 lain. Bahkan Brasil menyarankan vaksinasi booster Sinovac untuk usia lebih tua sebelum negaranya diserang Omicron.

Sebuah studi laboratorium Universitas Hong Kong menunjukkan bahwa sampel dari orang yang menerima dua dosis vaksin Sinovac gagal menghasilkan antibodi yang dapat dideteksi melawan Omicron, sehingga kesimpulannya suntikan booster diperlukan.

Namun, dalam laporan riset terbarunya, tiga dosis vaksin Sinovac diklaim tak mampu melawan varian Omicron.

Dikutip dari Reuters, peneliti menilai vaksin COVID-19 berbasis mRNA untuk booster yakni Pfizer lebih efektif diberikan untuk membentuk kekebalan terhadap varian Omicron. Hanya saja peneliti tidak menjelaskan lebih lanjut berapa besar antibodi yang dihasilkan vaksin Sinovac atau Pfizer melawan varian Omicron.

Para ahli menyarankan penerima dua dosis vaksin Sinovac untuk mencari vaksin jenis lain jika ingin mendapatkan dosis vaksin booster atau vaksin COVID-19 ketiga.

Saksikan juga Year In Review 2021: Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi

[Gambas:Video 20detik]



Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT