Selasa, 04 Jan 2022 17:31 WIB

Satgas: Akurasi Rapid Test Antigen Deteksi COVID-19 Omicron Bisa Berkurang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
PT Kereta Commuter Indonesia gelar rapid test antigen untuk skrining COVID-19 bagi calon penumpang KRL. Stasiun Manggarai, Jaksel, jadi salah satu lokasi tes antigen. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Efektivitas rapid test antigen menurut Satgas COVID-19 berkurang dalam mendeteksi infeksi COVID-19 karena varian Omicron. Mengutip keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC), juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan data saat ini belum bisa menyimpulkan pasti seberapa akurat rapid test antigen pada Omicron.

"WHO, CDC pada Desember 2021 menyebutkan kemampuan rapid antigen dalam mendeteksi varian Omicron masih membutuhkan penelitian lebih lanjut," beber Wiku dalam konferensi pers Selasa (4/1/2022).

"Rapid antigen kemungkinan masih bisa mendeteksi infeksi COVID-19 termasuk Omicron, namun akurasinya bisa berkurang," sambungnya.

Seperti diketahui, varian Omicron memiliki sekitar 50 mutasi pada protein spike yang membuat beberapa tes PCR tanpa target gen S gagal mendeteksi infeksi COVID-19. Karenanya, perlu alat tes PCR khusus yakni S gene target failure untuk mendeteksi varian Omicron.

"Yang kedua alat uji berbasis NAAT seperti PCR, TCM bekerja mendeteksi material genetik dari virus, sejak awal pandemi WHO menyarankan untuk menggunakan alat uji tes PCR yang mendeteksi gen S lebih dari satu mengingat mudahnya virus COVID-19 mutasi dan memunculkan varian baru," tambah Wiku.

Hingga kini, menurut data GISAID, Indonesia sudah mencatat 164 kasus. Menduduki peringkat ke-23 terbanyak di dunia.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)