Senin, 17 Jan 2022 22:00 WIB

Mengenal Obat Acetylcysteine: Dosis, Manfaat, dan Efek Samping

Suci Risanti - detikHealth
ilustrasi minum vitamin Obat acetylcysteine. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Acetylcysteine merupakan obat yang digunakan untuk mengencerkan lendir atau dahak di saluran udara akibat penyakit paru-paru tertentu, seperti emfisema, bronkitis, cystic fibrosis, dan pneumonia. Bahkan, obat ini juga digunakan untuk mengatasi keracunan parasetamol (asetaminofen).

Acetylcysteine umumnya digunakan dengan cara dihirup seperti yang telah dianjurkan oleh dokter. Obat ini nantinya akan mengeluarkan sedikit bau yang menyengat saat pertama kali digunakan. Namun, tak perlu khawatir, bau tersebut akan cepat hilang dengan sendirinya.

Setelah dihirup, obat ini biasanya dapat memberikan efek kaku pada wajah. Oleh karena itu, pengguna obat ini disarankan mencuci wajah dengan air untuk menghilangkan lengket bekas obat.

Nah, perlu diingat nih, jangan mencampurkan obat acetylcysteine dengan obat inhalasi lain kecuali disarankan oleh dokter. Jika menggunakan obat ini melalui mulut, minumlah sesuai petunjuk dokter ya.

Selain itu, bisa juga mencampur dengan cairan lain, seperti soda untuk mengurangi mual dan muntah. Minumlah obat dalam waktu 1 jam setelah dicampur dengan cairan lain.

Dosis Obat Acetylcysteine

Jika ingin menggunakan obat ini sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapat dosis yang pas dan sesuai. Selain itu, apabila tidak mengerti cara menggunakannya, tidak dianjurkan untuk menggunakan obat ini sendiri di rumah.

Dikutip dari RxList, berikut informasi dosis pemakaian obat acetylcysteine:

1. Obat Acetylcysteine Berbentuk Inhalasi

Dewasa

Gunakan 1-10 mL larutan 20% atau 2-20 mL larutan 10% yang dapat diberikan setiap 2 hingga 6 jam dalam sehari. Dosis yang dianjurkan untuk kebanyakan pasien adalah 3-5 mL larutan 20% atau 6-10 mL larutan 10% hingga empat kali sehari.

2. Dosis Obat Acetylcysteine untuk Keracunan Parasetamol

Dewasa

Untuk dosis muatan berikan 140 mg/kg berat badan, oral, sekali sebagai dosis pemuatan (lihat instruksi di kemasan obat). Untuk dosis pemeliharaan berikan 70 mg/kg berat badan, secara oral, 4 jam setelah dosis pemuatan dan setiap 4 jam untuk 17 dosis total.

Apabila untuk anak-anak, sebaiknya mengikuti anjuran resep dokter yang disesuaikan dengan berat badan anak.

Manfaat Obat Acetylcysteine

Dikutip dari WebMD, obat acetylcysteine berguna untuk mengencerkan lendir atau dahak di saluran udara akibat penyakit paru-paru tertentu, seperti:

  • Emfisema
  • Bronkitis
  • Cystic fibrosis
  • Pneumonia
  • Mengatasi keracunan paracetamol (asetaminofen).

Efek Samping Obat Acetylcysteine

Setiap obat pasti memiliki efek samping. Untuk itu, kita tak boleh sembarangan meminum obat danharus mengikuti anjuran dokter. Dikutip dari RxList, berikut efek samping dari obat acetylcysteine:

Efek Samping Tergolong Ringan

  • Sakit perut
  • Mual
  • Pilek

Efek Samping Tergolong Serius

  • Sulit bernapas
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Mengi
  • Demam
  • Batuk darah
  • Peningkatan volume lendir
  • Iritasi tenggorokan dan saluran napas
  • Kantuk

Sebelum menggunakan obat acetylcysteine, jangan lupa memberitahu dokter atau apoteker jika memiliki alergi. Sebab, obat ini kemungkinan mengandung bahan yang tidak aktif sehingga dapat memicu alergi atau masalah kesehatan lainnya.

Jangan lupa untuk memberitahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan kalian, terutama asma, tukak lambung atau usus.

Lalu, bagaimana untuk ibu hamil? Nah, selama kehamilan, obat ini harus digunakan jika benar-benar dibutuhkan. Jangan lupa untuk mendiskusikan lebih lanjut terkait risiko dan manfaatnya dengan dokter. Begitu juga dengan ibu menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini ya.



Simak Video "Obat Covid Remdesivir Disetujui untuk Anak di Bawah 12 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)