Selasa, 18 Jan 2022 18:30 WIB

Stop! Kemenkes: Masker N95 dan KN95 Tak Boleh Dicuci dan Dipakai Ulang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Atemschutzmasken auf Leine gehangen Masker N95 dan KN95. (Foto: Getty Images/iStockphoto/diephosi)
Jakarta -

Para pakar termasuk Kementerian Kesehatan RI menyarankan penggunaan masker N95, masker KN95 dan masker KN94 untuk mencegah COVID-19 varian Omicron. Masker kain diyakini tak lagi bisa melindungi diri dari paparan virus, khususnya Omicron.

Tak sedikit yang bertanya apakah masker N95 dan masker KN95 sebenarnya bisa dicuci untuk dipakai ulang, selayaknya penggunaan masker kain. Terlebih, bahan masker N95 dan masker KN95 lebih tebal ketimbang jenis masker bedah biasa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan masker N95 maupun KN95 tak bisa dicuci untuk dipakai ulang. Dua masker tersebut termasuk dalam kategori disposable.

Artinya, memang dibuat untuk sekali pakai. Sementara masker kain termasuk kategori masker reusable yang bisa dicuci ulang untuk dipakai terus menerus, selama bahan kain masih dalam kondisi baik.

"Nggak bisa. Sifatnya (masker N95 dan KN95) kan disposable," tutur dr Nadia kepada detikcom Selasa (18/1/2022).

Belakangan muncul anggapan lain masker N95 dan KN95 bisa dipakai lebih dari sekali. Namun, hal itu terjadi lantaran para ahli medis sempat kekurangan pasokan APD termasuk ketersediaan masker, sehingga terpaksa menggunakan masker tersebut lebih sering.

dr Kimiyoshi Kobayashi, kepala petugas kualitas di UMass Memorial Health menyebut masker N95 dan KN95 tidak dirancang seperti masker kain. Jika dipakai lebih dari satu kali, tentu efektivitasnya berkurang hingga ada risiko sudah terkontaminasi.

Begitu pula jika dicuci seperti mencuci masker kain, bahan masker tersebut akan rusak dan sama sekali tak direkomendasikan untuk dipakai. "Saya tidak berpikir bahwa penggunaan masker N95 lebih dari sekali adalah rekomendasi resmi para ahli termasuk CDC misalnya," beber dia, dikutip dari GH.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)