Siklus 6 Tahunan, Kasus DBD di Kulonprogo Diprediksi Melonjak di 2022!

ADVERTISEMENT

Siklus 6 Tahunan, Kasus DBD di Kulonprogo Diprediksi Melonjak di 2022!

Jalu Rahman Dewantara - detikHealth
Rabu, 19 Jan 2022 16:40 WIB
MANILA, PHILIPPINES - A worker wearing a hazmat suit uses a fogging machine to disinfect a street as preventive measure against COVID-19 in Manila, Philippines. Curfews and stricter lockdowns are being implemented in several areas across the Philippines as the country experiences its worst surge in cases since the lockdown began more than a year ago. The country has reported more than 693,000 cases of COVID-19 so far, with at least 13,095 deaths. (Photo by Ezra Acayan/Getty Images)
Fogging nyamuk demam berdarah dengue (Ilustrasi: Getty Images/Ezra Acayan)

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kulon Progo, Eko Damayanti mengatakan bahwa upaya mengantisipasi lonjakan kasus DBD terus dilakukan Dinkes. Di antaranya dengan meningkatkan kapasitas deteksi atau diagnosis kasus yang mengarah ke penyakit tersebut.

"Penanganan kami yaitu meningkatkan kapasitas deteksi penegakan diagnosis, karena standar diagnosis DBD pakai NS1 atau pemeriksaan antibodi. Untuk NS1 sudah didistribusikan ke seluruh fasyankes," ucapnya.

Selain itu pihaknya juga melakukan peningkatan pengetahuan terkait DBD kepada para dokter. Ini diperlukan agar dokter bisa segera mendiagnosis penyakit yang berpotensi DBD.

"Untuk tata laksana dilakukan update pengetahuan dokter, karena gejala ini (DBD) tidak spesifik, apalagi sekarang ada covid. Nah gejalanya (DBD) kan hampir sama dengan covid, salah satunya demam tinggi," ujarnya.

Dalam hal penanganan medis, Dinkes Kulon Progo juga melakukan peningkatan kapasitas rumah sakit rujukan kasus DBD. Rumah sakit yang bisa menangani kasus ini harus memilki ruang ICU dan itu biasanya untuk rumah sakit tipe C.

"Nah untuk ini kita tingkatkan jejaring rujukan dari RS tipe D ke tipe C, seperti misalnya RS Nyi Ageng Serang Sentolo," jelasnya.

Di samping itu, Dinkes lanjut Eko juga menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk atau Gertak PSN. Program ini mengandalkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk.


(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT