Kamis, 20 Jan 2022 11:44 WIB

Kasus Omicron di RI Melonjak, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Ikuti Aturan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas Tahun 2021” yang diselenggarakkan Kemenkomarves, Rabu (1/12/2021). Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus mengingatkan masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah di tengah kasus varian Omicron yang terus meningkat ini. Salah satunya adalah tidak pergi ke luar negeri dalam tiga pekan ke depan.

Luhut mengatakan varian Omicron ini sudah menjadi musuh bersama. Jika ingin tetap aman, ia meminta agar semua pihak bisa kompak dalam mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 akibat varian ini.

"Kalau Anda masih pengen hidup. Kalau mau masih hidup (silakan ikuti), kalau nggak mau hidup ya silakan langgar," tegas Luhut dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom Kamis (20/1/2022).

Luhut mengingatkan varian baru COVID-19 ini sudah memicu peningkatan jumlah kasus di Indonesia. Bahkan, ia mengatakan banyak orang yang kembali dari luar negeri positif COVID-19 varian Omicron.

Maka dari itu, Luhut berharap agar masyarakat menunda perjalanan ke luar negeri untuk sementara. Menurutnya, masyarakat akan jauh lebih aman membatasi aktivitas di luar rumah di kondisi seperti ini.

"Mengenai omicron itu, saya kira kemarin angkanya udah lebih 1.000 dan tadi saya baru dapat laporan lagi bahwa banyak yang datang dari luar negeri. Ada tadi satu kelompok, satu kloter itu 44 persen itu kena Omicron atau Covid," kata dia.

"Omicron adalah musuh bersama, jadi jangan ada mempersoalkan ini (soal jabatan dan pangkat), nggak ada disini. Jadi kita harus kompak melihat ini, ini ada musuh bersama," pungkasnya.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)