ADVERTISEMENT

Jumat, 21 Jan 2022 11:02 WIB

Bakteri 'Super' Bermunculan, Studi Sebut Setahun 1,2 Juta Orang Meninggal

Firdaus Anwar - detikHealth
Hand in glove holding Petri plate with bacteria Enterococcus Faecalis Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Dunia disebut peneliti sedang menghadapi masalah resistensi antibiotik atau antimicrobial resistance (AMR). Banyak bakteri kini kebal obat, menyebabkan kematian sekitar 1,2 juta orang dalam setahun.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet menyebut bakteri jadi kebal obat karena kebiasaan konsumsi antibiotik yang berlebihan dan sembarangan. Akibatnya infeksi yang dulu mungkin mudah disembuhkan kini menjadi sulit.

Peneliti yang melihat data tahun 2019 dari 204 negara menemukan sebagian besar kematian ini terjadi di sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan. Penyakit yang jadi penyebab utama kematian adalah kasus infeksi saluran pernapasan bawah oleh bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Profesor Ramanan Laxminaraya dari Center for Disease Dynamics, Economics & Policy (CDDEP) berkomentar sudah saatnya dunia menghadapi serius masalah resistensi antibiotik. Perlu ada investasi agar penelitian obat baru bisa berjalan lebih cepat, tidak tertinggal dengan kecepatan adaptasi bakteri dengan obat yang sudah ada.

"Anggaran perlu diarahkan untuk mencegah kasus infeksi dari awal. Pastikan juga antibiotik yang sudah ada digunakan dengan tepat dan bijaksana, sambil mendatangkan antibiotik baru ke pasar," kata Prof Ramanan seperti dikutip dari BBC, Jumat (21/1/2022).



Simak Video "Bakteri Usus Membantu Melawan Gejala Covid-19 pada Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT