Senin, 24 Jan 2022 15:00 WIB

Mohon Perhatian, Ini Pesan Dokter Paru Buat Penerima Sinovac Terkait Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kementerian Kesehatan RI akan memulai vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun pada Selasa (14/12) besok. Vaksin yang diberikan merupakan vaksin Sinovac. Khusus penerima Sinovac, catat pesan dokter paru. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan memberi pesan penting untuk penerima vaksin primer atau vaksin COVID-19 dosis satu dan dua Sinovac. Khususnya bagi yang sudah divaksinasi lengkap Sinovac lebih dari enam bulan.

"Masa pembentukan antibodi, ada masanya, jadi kalau sudah 6 bulan itu akan menurun, dibutuhkan booster untuk meningkatkan kembali titer antibodi," pesan dia, dalam konferensi pers Senin (24/1/2022).

"Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin kalau sudah dua kali Sinovac aman, akan terhindar dari Omicron," sambung dr Erlina.

dr Erlina mengingatkan mereka yang sudah divaksinasi lengkap Sinovac tetap bisa terpapar Omicron. Artinya, diperlukan peningkatan kekebalan melalui program vaksinasi booster.

"Kasus Omicron di data Indonesia adalah orang-orang yang kembali dari luar negeri dan sudah lengkap vaksinasinya. Jadi memang dua suntikan vaksin primer tidak menjamin kita terhindar, untuk meningkatkan proteksi disarankan booster," beber dia.

Berkaca pada kasus pasien Omicron meninggal belum divaksinasi lengkap, dr Erlina mendesak warga untuk segera divaksinasi. Jika sudah disuntik vaksin COVID-19 dua dosis dan masuk dalam kategori kelompok rentan, peran vaksinasi booster akan sangat membantu pertahanan tubuh melawan Omicron.

Simak video 'Kemenkes Bakal Gunakan PCR-SGTF untuk Deteksi Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)