Kamis, 27 Jan 2022 05:47 WIB

Pro-Kontra

Was-was Ortu Soal Omicron, Saat si Bocil Masih Harus Sekolah Tatap Muka

Ayunda Septiani - detikHealth
Sekolah di Jakarta menggelar tatap muka terbatas hari ini. Kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar 6 jam. Was-was para ortu soal sekolah tatap muka di tengah lonjakan Omicron (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Hal serupa disampaikan oleh orang tua lainnya, Kris (38). Sama seperti Atika, ia juga mengkhawatirkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di sekolah. Terlebih, anaknya baru berusia 8 tahun.

"Walaupun sudah dibekali hand sanitizer, masker dan masker cadangan, nasehat prokes, yang namanya anak-anak seumuran itu kan kalau sudah asyik main sama temannya ya bisa lupa semua," jelas Kris.

"Dalam situasi kayak gitu kita, sebagai ortu, punya keterbatasan pengawasan. Sementara di sekolah sendiri apa bisa full mengawasi satu per satu interaksi anak-anak tersebut untuk memastikan prokes berjalan?" jelas Kris.

Selain itu, Kris juga bercerita bahwa ia sempat kesal kepada pihak sekolah karena masih menerapkan PTM di tengah lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Terlebih dengan munculnya varian baru semakin membuatnya khawatir.

"Gedeg juga sih gue. Sempat mau labrak si kepsek pas bagi raport kemarin soal PTM ini. Tapi batal, takut anak gue ditandain haha," ungkap Kris.

Di lain sisi, Kris juga memahami bahwa di dalam PTM ini ada unsur interaksi sosial yang juga diperlukan pada tumbuh kembang anak. Hal itu tidak bisa digantikan dengan PJJ. Namun ia menegaskan, dengan situasi COVID-19 RI meningkat, keselamatan anak wajib menjadi prioritas.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "KuTips: Jurus Menghindari Hepatitis Misterius Saat PTM"
[Gambas:Video 20detik]