Kamis, 27 Jan 2022 17:53 WIB

Satgas Buka Suara soal BA.2 'Son of Omicron', Ini Ancaman Sebenarnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Foto: Wiku Adisasmito (Screenshot YouTube Setpres)
Topik Hangat Son of Omicron
Jakarta -

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menanggapi kemunculan varian BA.2 atau dikenal juga sebagai 'Son of Omicron'. Ia mengatakan BA.2 ini merupakan salah satu susunan genetik dari varian Omicron.

Namun, saat ini varian BA.2 menjadi perhatian karena memiliki mutasi yang bisa menyebabkan perbedaan hasil PCR.

"Saat ini varian Omicron berdasarkan susunan genetiknya dikategorisasi menjadi B.1.1529, BA.1, BA.2, dan BA.3. Khususnya BA.2 tengah menjadi perhatian karena memiliki mutasi yang dapat menyebabkan perbedaan hasil PCR," kata Wiku dalam siaran pers, Kamis (27/1/2022).

"Pada Omicron lainnya, adanya mutasi berupa hilangnya susunan tertentu pada gen S dapat memunculkan deteksi gen lainnya. Namun, gen S tidak terdeteksi atau SGTF pada tes PCR," lanjutnya.

Namun pada BA.2, susunan itu tidak hilang sehingga tes PCR tidak memunculkan hasil SGTF. Artinya, hasil tesnya akan sama dengan varian lainnya yang bukan Omicron. Padahal, BA.2 termasuk salah satu dari jenis varian Omicron.

Maka dari itu, Wiku mengatakan diperlukan waktu untuk meneliti karakteristik dari varian baru yang muncul.

"Pada prinsipnya, diperlukan waktu untuk meneliti karakteristik varian baru yang muncul, terlebih menganalisis dampaknya secara epidemiologi. Termasuk 4 jenis varian ini masih dalam proses penelitian dan belum ada laporan lanjutan dari WHO," jelasnya.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
Topik Hangat Son of Omicron