Jumat, 28 Jan 2022 09:44 WIB

BA.2 Sulit Terdeteksi SGTF dan Diduga Menular Cepat, Ini Pesan Pakar buat Warga

Vidya Pinandhita - detikHealth
covid-19 omicron variant vaccination concept Pesan pakar untuk warga RI soal turunan varian Omicron BA.2 sulit terdeteksi SGTF. Foto: Getty Images/iStockphoto/Teka77
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini turunan varian Omicron BA.2 sudah masuk RI. Hingga kini ia memprediksi, sudah terdapat 10 kasus. Namun memang, subvarian ini sulit dideteksi menggunakan alat tes PCR S Gene Target Failure (SGTF) yang selama ini digunakan untuk skrining varian Omicron BA.1.

Dalam kesempatan lainnya, Mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bagian Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan BA.2 dikenal sebagai "stealth Omicron" atau Omicron yang "menipu". Pasalnya, bisa tidak terdeteksi oleh pemeriksaan PCR SGTF yang kini marak diandalkan di Indonesia.

"Sekarang memang jumlah BA.2 masih amat kecil, tapi kalau jumlahnya makin banyak maka bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kebijakan yang perlu diambil," terang Prof Tjandra pada detikcom, Jumat (28/1/2022).

"Di beberapa negara maka BA.2 ini makin meningkat, seperti di India, Filipina dan juga mulai ada laporan antara lain dari Denmark, Inggris dan Jerman," sambungnya.

Dalam kesempatan lainnya, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo menyebut penularan BA.2 diduga lebih cepat cepat dibanding varian Omicron BA.1. Akan tetapi lantaran sudah disimpulkan sebagai varian Corona, pencegahan penyebaran subvarian ini masih mengandalkan penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19.

"Memang diduga penyebaran BA.2 lebih tinggi, tapi tidak diketahui apakah juga menimbulkan tingkat keparahan gejala. Hingga kini peningkatan penyebaran BA.2 juga tidak diikuti dengan kenaikan angka kenaikan pasien COVID yang dirawat di rumah sakit," terang Ahmad saat dihubungi detikcom, Kamis (27/1).

"Yang pasti secara umum semua varian masih terdeteksi sebagai COVID. Artinya mitigasinya pun masih standar yaitu prokes dan vaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)