Sabtu, 29 Jan 2022 13:01 WIB

Habiskan Stok, Kemenkes Fokus Pakai Vaksin AstraZeneca untuk Booster

Firdaus Anwar - detikHealth
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan menunjukkan vaksin jenis AstraZeneca yang digunakan untuk vaksin booster. Foto: Manik Priyo Prabowo/detikcom
Jakarta -

Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan akan fokus menggunakan vaksin Astrazeneca sebagai booster dalam tiga bulan pertama 2022. Ini dilakukan untuk menghabiskan stok.

"Untuk triwulan 1 tahun 2022 alokasi vaksin booster akan diutamakan untuk Vaksin AstraZeneca mengingat ketersediaan stok vaksin yang cukup banyak," kata juru bicara program vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmidzi seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku, Sabtu (29/1/2022).

Regimen booster vaksin AstraZeneca ini diberikan untuk warga penerima dosis primer (dosis satu dan dua) vaksin Sinovac atau vaksin AstraZeneca juga. Hanya setengah dosis vaksin AstraZeneca yang digunakan untuk booster.

Pemerintah kini memutuskan program vaksin booster bisa dilakukan secara serentak di kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa harus menunggu target capaian 70 persen dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60 persen.

Seseorang bisa menerima booster bila memenuhi syarat menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi, berusia 18 tahun ke atas, dan telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.



Simak Video "Apakah Suntikan Booster Efektif Lawan Varian Baru Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)