Kamis, 03 Feb 2022 07:00 WIB

Broken Heart Syndrome, 'Serangan Jantung' yang Jarang Berulang

20detik - detikHealth
Ilustrasi sakit jantung Foto: iStock
Jakarta -

Jakarta - Rupanya, rasa sedih dan stres mendalam bisa menyebabkan penyakit jantung sementara. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut Broken Heart Syndrome atau Takotsubo Cardiomyopathy.

Kesedihan yang ekstrem, pada kondisi tertentu, dapat menyebabkan aliran darah kesulitan menuju jantung. Hal ini menyebabkan kondisi yang mirip serangan jantung.

"Ada pasien waktu itu, dia rumahnya kebakaran. Terus, semua isinya benar-benar musnah semua, termasuk surat-surat berharga, hilang. Itu dia sedih sangat, terus dalam dua hari, sakit dada, mirip serangan jantung, orangnya perempuan dan usia di atas 50 tahun juga. Tapi saat periksa semua normal. Dari luarnya. Cuman, perisa USG jantungnya kelihatan ada lemah jantung. Dan, memang bentuknya juga beda. Jadi memang ini, wah ini broken heart syndrome nih," terang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito Damay, SpJ(K) di acara e-Life detikcom, menceritakan pengalamannya bertemu pasien Broken Heart Syndrome.

Namun, kondisi ini jarang terjadi, sehingga kemungkinannya rendah jika ia terjadi berulang.

"Jadi memang ya broken heart syndrome ini fenomena yang jarang, karena stres yang ekstrem dan orang mungkin responsnya ekstrem juga ya. Penyakit seperti ini untungnya ya dengan kita harusnya bisa cegah dia, terjadinya dan juga ketika kita obati dengan cepat, bekerja dengan cepat juga, dia bisa kembali juga," jelas dr. Vito.

Broken Heart Syndrome, meski berbeda dengan serangan jantung, tetap perlu penanganan medis. Apabila sesaat setelah stres berat Anda merasakan nyeri dada tiba-tiba, napas pendek dan sesak, atau jantung berdebar, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(mjt/mjt)