Selasa, 08 Feb 2022 07:30 WIB

PPKM Jabodetabek Naik Lagi ke Level 3, WFO Jadi 25 Persen

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Berdasarkan Inmendagri Nomor 09 Tahun 2022 yang berlaku sejak 8 Februari hingga 14 Februari 2022, jumlah wilayah yang masuk PPKM level 3 di Jawa-Bali bertambah menjadi 41. Ini termasuk juga wilayah di Jabodetabek.

Ada sejumlah alasan yang membuat 41 wilayah di Jawa-Bali naik ke PPKM level 3. Mulai dari jumlah kasus positif yang naik karena varian Omicron, menurunnya tracing, dan mulai bertambahnya tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit.

Hal ini membuat sektor non esensial kembali mengubah aturan pelaksanaan kegiatan di tempat kerja. Kegiatan ini diberlakukan maksimal 25 persen WFO (Work From Office) bagi pegawai yang sudah di vaksin.

"Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan maksimal 25 persen (dua puluh lima persen) WFO bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja," demikian bunyi peraturan tersebut yang dikutip detikcom, Selasa (8/2/2022).

Selain itu, pelaksanaan resepsi pernikahan juga kembali diubah. Jika kapasitas sebelumnya maksimal 100 persen, kini kembali menjadi 25 persen dari kapasitas ruangan dan tidak diperbolehkan makan di tempat acara.

"Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 25 persen (dua puluh lima persen) dari kapasitas ruangan dan tidak mengadakan makan di tempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat," demikian instruksi tersebut.



Simak Video "PPKM Level 3 Nataru Dibatalkan, Perhimpunan Hotel Sambut Baik"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)